Emas Turun, Suku Bunga Fed Membayangi
Harga emas turun ke level US$4.040 per troy ounce pada perdagangan Senin. Pelemahan ini terjadi karena ketidakpastian pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi di pasar global.
AS dan Iran sebelumnya sepakat untuk menghentikan permusuhan di kawasan Teluk dan melanjutkan pembicaraan mengenai Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran meminta pertemuan dengan delegasi Amerika di Qatar pada 30 Juni, setelah Teheran melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Meski ada rencana pembicaraan damai, investor masih berhati-hati karena situasi di Timur Tengah dinilai belum sepenuhnya stabil. Trump juga sempat memperingatkan Iran akan adanya konsekuensi berat jika negara tersebut gagal menghormati kesepakatan damai.
Tekanan terhadap emas semakin besar karena pasar memperkirakan The Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan tiga kali kenaikan suku bunga Fed, dengan peluang sekitar 60% untuk kenaikan pada September.
Emas biasanya dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, dalam kondisi suku bunga tinggi, daya tarik emas cenderung melemah karena tidak memberikan imbal hasil. Sepanjang bulan ini, harga emas sudah turun lebih dari 10% dan berada di jalur pelemahan bulanan keempat berturut-turut. Investor kini menunggu data ketenagakerjaan AS akhir pekan ini untuk melihat arah kebijakan Fed selanjutnya.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id