Emas Konsolidasi, Pasar Waspada Hormuz dan CPI
Harga emas (XAU/USD) menguat tipis pada Kamis (9/4) di tengah pasar yang kembali berhati-hati terhadap ketahanan gencatan senjata AS–Iran. Pada sesi AS, emas diperdagangkan di sekitar US$4.766/oz, setelah sempat menembus area US$4.800 pada hari sebelumnya.
Keraguan meningkat setelah Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut tiga bagian kesepakatan ceasefire telah dilanggar menyusul serangan Israel di Lebanon. Iran menilai Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara AS dan Israel menyatakan sebaliknya. Pasar kini menanti putaran awal negosiasi AS–Iran di Pakistan akhir pekan ini, di tengah pernyataan Presiden Donald Trump bahwa pasukan AS akan tetap berada di sekitar Iran sampai “kesepakatan nyata” dipatuhi sepenuhnya.
Di sisi makro, rebound harga minyak setelah kejatuhan tajam membuat risiko inflasi energi belum sepenuhnya hilang dan menjaga jalur kebijakan The Fed tetap “dua arah”. Notulen rapat The Fed Maret menyoroti risiko pelemahan pasar kerja bila konflik berkepanjangan yang bisa membuka ruang pemangkasan, namun juga menekankan inflasi dapat bertahan tinggi lebih lama bila energi kembali menguat. Data AS terbaru memberi sinyal campuran: core PCE Februari +0,4% (MoM) dan 3,0% (YoY), sementara PDB Q4 direvisi turun ke 0,5% dari 0,7%. Fokus berikutnya adalah CPI AS Maret pada Jumat untuk menguji seberapa cepat guncangan energi merembes ke inflasi dan ekspektasi suku bunga. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id