Emas Stabil Menunggu Data AS, Ini Arah Selanjutnya!
Harga emas (XAU/USD) masih bergerak dengan bias negatif ringan pada Kamis di sesi Asia. Meski begitu, tekanan jual tidak berlanjut, dan emas terlihat bertahan di bawah area $4.700 setelah penurunan korektif dari puncak tiga pekan.
Sentimen pasar tetap sensitif terhadap ketahanan gencatan senjata AS–Iran yang dinilai rapuh. Kondisi ini cenderung menjaga permintaan terhadap dolar AS (USD) sebagai aset cadangan, sehingga menjadi penghambat bagi komoditas, termasuk emas.
Di sisi lain, eskalasi ketegangan di kawasan memperumit arah risiko. Israel disebut melancarkan serangan udara besar di Lebanon dengan alasan gencatan senjata tidak mencakup wilayah itu karena peran Hizbullah, sementara Gedung Putih juga menyetujui Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Iran dan AS.
Sebagai tanggapan, Iran kembali menutup lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz dan mengancam menarik diri dari gencatan senjata jika serangan Israel berlanjut di Lebanon. Dinamika ini membatasi optimisme pasar, sekaligus menopang USD, yang pada gilirannya menekan ruang kenaikan harga emas.
Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat FOMC 17–18 Maret menunjukkan pendekatan “lebih tinggi untuk lebih lama,” dengan pejabat The Fed belum terburu-buru memangkas suku bunga di tengah risiko inflasi yang meningkat akibat potensi kejutan harga energi di Timur Tengah. Namun, risalah yang sama juga memberi sinyal masih ada ruang penurunan suku bunga, meski waktunya belum jelas, sehingga membatasi penguatan USD secara agresif.
Pasar kini menahan diri menjelang rilis inflasi AS yang krusial, terutama indeks PCE sebagai pengukur inflasi pilihan The Fed, serta data CPI yang disebut akan menjadi acuan tambahan bagi ekspektasi kebijakan. Kombinasi faktor geopolitik dan arah suku bunga membuat pelaku cenderung berhati-hati sebelum mengambil posisi arah yang tegas pada XAU/USD.
5 Poin Inti
- Emas bergerak negatif ringan, namun belum ada aksi jual lanjutan dan bertahan di bawah $4.700.
- Skeptisisme atas gencatan senjata AS–Iran menjaga permintaan USD dan menahan kenaikan emas.
- Ketegangan melebar karena serangan di Lebanon, sementara Lebanon disebut tidak termasuk dalam kesepakatan gencatan senjata.
- Iran menutup Selat Hormuz dan mengancam keluar dari gencatan senjata jika eskalasi berlanjut, menambah intimidasi.
- Risalah FOMC menegaskan sikap ketatnya lebih lama, tetapi sinyal membatasi suku bunga membatasi penguatan USD; fokus pasar beralih ke PCE dan CPI AS.(asd)
Sumber: Newsmaker.id