Emas Rebound Tajam, Pasar Pindah Fokus ke CPI
Harga emas menguat ke level tertinggi dalam tiga pekan pada Rabu (8/4) setelah dolar AS melemah menyusul keputusan Presiden Donald Trump menyetujui gencatan senjata dua pekan dengan Iran, yang sekaligus membatalkan rencana serangan ke infrastruktur sipil. Emas spot naik 2,7% ke US$4.832,51/oz pada 02:36 ET, level tertinggi sejak 19 Maret, sementara kontrak berjangka emas AS naik 2,7% ke US$4.857,25/oz.
Trump mengatakan aksi militer akan ditangguhkan selama dua pekan, kurang dari dua jam sebelum tenggat 20.00 ET yang sebelumnya menjadi fokus pasar sebagai potensi pemicu eskalasi besar. Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan itu bersyarat, dengan Iran diminta memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz—jalur sekitar 20% aliran minyak global—serta koordinasi pelayaran dengan otoritas Iran. Trump juga menyebut AS akan membantu mengurai penumpukan lalu lintas di selat tersebut.
Pelemahan dolar memperkuat dorongan bagi logam mulia, dengan indeks dolar AS turun hampir 1% pada perdagangan Asia sehingga emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Di logam lain, perak melonjak 6% ke US$77,38/oz dan platinum naik 4,2% ke US$2.044,60/oz. Pasar juga merespons cepat dengan harga minyak dilaporkan turun lebih dari 15% dan aset berisiko menguat.
Fokus berikutnya beralih ke data inflasi AS. Pelaku pasar menunggu rilis CPI Maret pada Jumat (10/4) yang diperkirakan memberi indikasi awal dampak lonjakan harga energi, dengan ekspektasi inflasi utama naik secara bulanan karena biaya bahan bakar lebih tinggi—faktor yang berpotensi memengaruhi jalur kebijakan Federal Reserve. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id