Emas Naik, Dolar Melemah Usai Ceasefire AS-Iran
Harga emas (XAU/USD) melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Asia, Rabu, seiring kombinasi sentimen yang mendukung logam mulia. Emas sempat menyentuh level tertinggi hampir tiga pekan sebelum sedikit terkoreksi, namun masih diperdagangkan di sekitar US$4.800 atau naik sekitar 2,0% pada hari ini.
Penguatan emas terjadi di tengah pelemahan Dolar AS, dengan indeks dolar (DXY) turun ke level terendah hampir satu bulan setelah pasar merespons berita gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Penurunan dolar memperbesar daya tarik emas karena harga logam mulia ini cenderung bergerak berlawanan arah terhadap greenback.
Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menangguhkan serangan militer yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Teheran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman. Iran disebut menerima gencatan senjata dua minggu, dengan rencana negosiasi dimulai Jumat di Islamabad, Pakistan, yang ikut mendorong perbaikan sentimen risiko namun sekaligus menekan posisi dolar sebagai aset defensif.
Dari sisi Iran, Menteri Luar Negeri Seyed Abbas Araghchi menyampaikan jalur aman melalui Selat Hormuz akan memungkinkan selama dua minggu. Pernyataan ini memicu penurunan tajam harga minyak mentah, yang kemudian dibaca pasar sebagai faktor yang dapat meredakan kekhawatiran inflasi dalam jangka dekat.
Meredanya tekanan inflasi tersebut menurunkan spekulasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sehingga turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Turunnya yield mengurangi opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga memberi dukungan tambahan bagi XAU/USD.
Meski bias jangka pendek terlihat positif, pasar masih mencermati apakah akan muncul aksi beli lanjutan untuk mengonfirmasi kelanjutan tren. Perkembangan implementasi gencatan senjata, dinamika Selat Hormuz, pergerakan dolar dan yield, serta perubahan ekspektasi kebijakan The Fed menjadi faktor utama yang dapat menentukan ruang kenaikan berikutnya.
5 Poin Inti:
- Emas naik dua hari beruntun dan bertahan di sekitar US$4.800, naik sekitar 2% hari ini.
- DXY melemah ke terendah hampir sebulan setelah berita gencatan senjata AS-Iran.
- Ceasefire dua minggu dikaitkan dengan syarat pembukaan Selat Hormuz dan negosiasi lanjutan di Islamabad.
- Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi dan menekan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
- Yield AS yang turun memperkuat dukungan untuk emas, namun pasar menunggu konfirmasi lanjutan dari arus beli.(asd)
Sumber: Newsmaker.id