Emas Naik Beruntun di Tengah Harapan Konflik Timur Tengah Segera Usai
Harga emas terus mengalami kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Rabu (1/4), didorong oleh harapan bahwa perang di Timur Tengah mungkin akan segera berakhir.
Harga emas spot melampaui $4,700 per ons, sementara saham-saham menguat dan dolar AS melemah setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia mengharapkan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang tersebut dalam beberapa minggu.
Namun, meskipun ada rebound pada minggu ini, penurunan hampir 12% pada bulan Maret membuat performa emas menjadi yang terburuk sejak Oktober 2008. Meskipun demikian, emas tetap rentan terhadap kekeringan likuiditas yang lebih luas dan penguatan dolar AS, meskipun sejauh ini penurunan harga emas justru disambut dengan pembelian, bukan kehilangan kepercayaan.
Salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan adalah data pembelian bank sentral yang akan datang, yang akan menjadi indikator apakah penurunan pembelian sektor resmi di awal tahun ini menandakan jeda yang lebih lama atau hanya istirahat sementara. Penjualan baru-baru ini dari Turki juga belum sepenuhnya tercermin dalam data.
Selain itu, pada awal minggu ini, Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang AS tetap terjaga dan kebijakan saat ini “dalam posisi yang baik untuk menunggu dan melihat.”
Penyebab: Kenaikan harga emas dipicu oleh harapan akan berakhirnya perang di Timur Tengah dan pernyataan Trump yang mengindikasikan bahwa perang bisa berakhir dalam waktu dekat. Penurunan tajam harga emas bulan Maret disebabkan oleh ketidakpastian global dan kekhawatiran atas kebijakan suku bunga yang lebih tinggi.
Akibat: Jika perang di Timur Tengah benar-benar mereda dan situasi geopolitik membaik, ada kemungkinan bahwa pembelian emas oleh bank sentral akan kembali meningkat. Sementara itu, penguatan dolar dan kebijakan The Fed dapat menekan harga emas lebih lanjut.(yds)
Sumber: newsmaker.id