• Thu, Jan 22, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Indonesia News Portal for Traders | Financial & Business Updates

22 January 2026 11:25  |

Api Reli Belum Padam, Harga Emas Mau Kemana?

Harga emas melemah setelah Presiden AS Donald Trump menarik ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa dan mengklaim ada “kerangka kesepakatan masa depan” soal Greenland. Pasar yang sebelumnya tegang mulai lebih tenang, sehingga permintaan aset aman seperti emas ikut berkurang.

Emas sempat turun hingga sekitar 1,2%, mundur dari reli tiga hari yang mendorong harga menembus rekor di atas $4.888/oz pada Rabu. Trump mengumumkan “framework” itu lewat media sosial setelah bertemu Sekjen NATO Mark Rutte, tetapi tanpa menjelaskan detail apa pun.

Sebelumnya, manuver Trump soal Greenland sempat memicu krisis diplomatik dengan sekutu NATO di Eropa dan mengguncang pasar—situasi yang justru mengangkat daya tarik emas sebagai safe haven. Meski kini terkoreksi, emas masih naik lebih dari 4% dalam sepekan, melanjutkan tren reli panjang yang mencetak rekor demi rekor sepanjang setahun terakhir.

Sejumlah analis menilai gejolak terbaru menunjukkan bagaimana komoditas, energi, dan rantai pasok makin sering “dipakai” sebagai alat tekanan geopolitik. Logika ini membuat emas tetap punya dukungan jangka menengah, karena pasar cenderung mencari perlindungan saat ketidakpastian global naik.

Di saat yang sama, tekanan politik terhadap bank sentral AS ikut menambah bahan bakar untuk logam mulia. Pemerintahan Trump kembali menyerang The Fed, dan upaya Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook memicu kekhawatiran bahwa independensi bank sentral bisa terganggu—isu yang sensitif bagi pasar finansial.

Sidang di Mahkamah Agung AS memperlihatkan para hakim tampak waspada terhadap langkah tersebut, karena dinilai bisa mengguncang kepercayaan pada kebijakan moneter AS. Pengadilan dijadwalkan mengeluarkan putusan paling lambat sekitar Juli, sehingga ketidakpastian ini masih bisa berlarut.

Dari sisi proyeksi, Goldman Sachs menaikkan target harga emas akhir tahun menjadi $5.400/oz dari sebelumnya $4.900/oz, dengan alasan permintaan kuat dari investor dan bank sentral, ditambah dorongan diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian kebijakan global.

Sementara itu, perak sempat jatuh tajam di awal sesi, namun kemudian pulih dan kembali diperdagangkan di atas $93/oz. Harga perak juga sudah melonjak besar dalam setahun terakhir, ditopang ketatnya pasokan dan gelombang pembelian ritel. Pada update terbaru, emas turun ke sekitar $4.791,53/oz, sedangkan perak berada di sekitar $93,15/oz; platinum dan palladium juga melemah, sementara indeks dolar cenderung datar.

5 inti poin:

- Emas terkoreksi setelah Trump menarik ancaman tarif Eropa dan menyebut ada “framework” Greenland.

- Harga turun dari rekor  $4.888/oz, tapi emas masih naik >4% dalam sepekan.

- Geopolitik dan isu “weaponization” komoditas/rantai pasok tetap jadi dukungan emas.

- Drama Trump vs The Fed (kasus Lisa Cook) menambah ketidakpastian soal independensi bank sentral.

- Goldman naikkan target emas ke $5.400/oz; perak pulih lagi di atas $93/oz meski sempat terpukul.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Pasar Ketakutan, Emas Naik Tanpa Rem

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi, sementara perak bertahan dekat puncak sepanjang masa. Kenaikan ini dipicu dua ha...

21 January 2026 07:24
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
BIAS23.com NM23 Ai