Data AS Dorong Dolar, Emas Mundur dari Area Rekor
Harga emas mulai melemah pada Jumat (16/1) setelah reli tajam yang sempat membawa logam mulia ini menyentuh rekor awal pekan. Spot gold turun tipis 0,2% ke sekitar $4.64,48 per troy ounce, sementara futures emas AS untuk pengiriman Februari ikut terkoreksi ke sekitar $4.615. Meski begitu, emas masih berpeluang menutup pekan naik sekitar 2% usai mencetak puncak $4.642,72 pada Rabu.
Tekanan utama datang dari data ekonomi AS yang solid—khususnya klaim pengangguran. Initial jobless claims turun 9.000 ke 198.000, lebih rendah dari perkiraan pasar 215.000. Data ini ikut mengangkat dolar ke area tertinggi enam pekan, bikin emas (yang dihargai dalam USD) terasa lebih mahal buat pembeli luar negeri.
Dari sisi geopolitik, “bahan bakar” safe haven juga mulai berkurang. Sejumlah laporan menyebut intensitas protes di Iran tampak mereda sejak awal pekan, sehingga pasar sedikit lebih berani ambil risiko dan mengurangi kebutuhan parkir dana di aset aman seperti emas.
Efeknya, pergerakan emas kini lebih terlihat sebagai koreksi sehat setelah lonjakan ekstrem—bukan perubahan tren besar. Fokus pasar berikutnya akan tetap berkisar pada dua hal: kekuatan data AS (yang menentukan arah dolar dan ekspektasi suku bunga) dan perkembangan Iran (yang menentukan “premi risiko” safe haven). (Arl)
Sumber : Newsmaker.id