• Thu, Mar 5, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 December 2025 18:23  |

Emas dan Perak Terkoreksi Ditengah Aksi Profit Taking

Harga emas turun tipis pada Rabu (31/12), yang merupakan hari perdagangan terakhir tahun 2025. Meski begitu, emas diperkirakan menutup tahun dengan kenaikan lebih dari 60%, didorong oleh pelonggaran suku bunga AS, pembelian bank sentral, dan risiko geopolitik yang meningkatkan permintaan aset lindung nilai.

Emas spot terakhir turun 0,3% ke $4.327,45 per ons pada 05:17 waktu AS (10:17 GMT), ketika banyak investor mengunci profit setelah reli kuat. Kontrak berjangka emas AS turun 1% ke $4.340,10.

Emas sempat menyentuh rekor $4.549,71/ons di awal pekan, dan diproyeksikan menutup tahun naik 64%—kenaikan terbesar sejak 1979.

Kenaikan emas ditopang pelonggaran The Fed, pembelian bank sentral

Emas jadi salah satu aset paling menonjol di 2025, ditopang pergeseran kebijakan The Fed ke arah pelonggaran moneter. Bank sentral AS memangkas suku bunga tiga kali sepanjang tahun, menurunkan “biaya peluang” memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga daya tariknya meningkat.

Pasar juga memperkirakan pemangkasan suku bunga lanjutan pada 2026, yang makin menguatkan sentimen bullish.

Pembelian bank sentral menjadi pilar penting lainnya, dengan sejumlah negara berkembang terus menambah cadangan emas sebagai strategi diversifikasi dari dolar AS.

Di saat yang sama, ketegangan geopolitik yang berkepanjangan—termasuk konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah—menjaga permintaan emas sebagai aset safe haven sepanjang tahun.

Perak dan platinum melonjak lebih dari 100% di 2025

Logam mulia lain bahkan mencatat kenaikan lebih ekstrem. Harga perak melesat hampir 150% di 2025, ditopang perannya sebagai logam moneter sekaligus lonjakan permintaan industri.

Konsumsi kuat dari sektor energi surya, kendaraan listrik, elektronik, dan pusat data memperketat pasokan, sementara aksi beli spekulatif memperbesar kenaikan di pasar yang relatif kecil.

Platinum juga mencetak tahun luar biasa, naik lebih dari 110% karena pasokan yang ketat dan permintaan yang membaik. Analis menilai terbatasnya output tambang dan bertahun-tahun minim investasi membuat pasar platinum rentan bergerak tajam ketika permintaan naik.

Perak terakhir diperdagangkan turun 5,5% ke $72,06/ons, sementara platinum turun 7,2% ke $2.025,16/ons.

Walau sedikit melemah dari puncaknya, logam mulia secara umum mengungguli sebagian besar kelas aset sepanjang 2025. Arus masuk ETF dan investasi ritel yang kuat ikut memperkuat reli, terutama saat pasar sedang tegang. Kontrak berjangka tembaga AS turun 2,1% ke $5,66 per pound.(yds)

Sumber: Investing.com

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai