Harga Emas Dukung Kinerja Positif Tahun Ini!
Harga emas hosting stabil pada level $4,332 per ons pada sesi Asia, meskipun paso menghadapi saat menjelang akhir tahun. Kenaikan harga logam mulia ini masih didorong oleh sentimen positif terkait kebijakan moneter global, termasuk pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan pembelian besar oleh bank sentral di seluruh dunia. Emas tetap menjadi aset safe-haven yang sangat diminati di tengah ketegangan geopolitik dan kekhawatiran ekonomi global.
Pemangkasan suku bunga yang dilakukan oleh The Fed sepanjang tahun ini telah memberikan dorongan yang kuat bagi harga emas, yang tidak memberikan hasil yang tidak seimbang. Biaya pinjaman yang lebih rendah menguntungkan komoditas seperti emas, karena memudahkan investor untuk beralih ke aset yang lebih aman di pasar paso. Meskipun ada koreksi harga jangka pendek, emas tetap berada di jalur untuk mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979.
Selain itu, kekhawatiran tentang inflasi dan ketidakstabilan politik terus memberikan dukungan pada permintaan emas. Ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, perang Rusia-Ukraina, serta gejolak ekonomi di berbagai negara berkembang membuat investor beralih ke emas untuk melindungi nilai aset mereka. Peningkatan ini mencerminkan besarnya permintaan global terhadap logam mulia, terutama di Asia dan Europa.
Di sisi lain, indeks dolar AS yang stabil di sekitar level terendah memberikan dampak positif pada emas, yang sering kali bergerak berlawanan arah dengan dolar. Dengan melemahnya dolar, emas menjadi lebih terjangkau bagi investor internasional, memperkuat daya tariknya di masa global. Selain itu, minat yang tinggi dari investor ritel dan peningkatan permintaan dari pass ETF juga memberikan kontribusi terhadap kenaikan harga.
Namun, diperkirakan akan sedikit terhambat oleh volatilitas paso menjelang akhir tahun, dengan banyak investor yang cenderung menunggu Rislah rapat Fed yang akan dirilis dalam berapa hari ke depan. Para trader yang mengharapkan tristelah tersebut akan memberikan gambaran lebih jelas mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut atau kebijakan moneter yang lebih ketat pada tahun depan.
Secara keseluruhan, meskipun ada sedikit penurunan jangka pendek akibat aksi ambil untung, emas tetap diperkirakan akan mempertahankan posisi tinggi untuk tahun 2025. Fundamental yang kuat dan mencakup perekonomian global akan terus mendukung permintaan emas sebagai investasi yang aman di tenerh kondisi pass yang fluktuatif.(asd)
Sumber : Newsmaker.id