Emas dan Perak Capai Rekor Tertinggi, Saham Tetap Menguat di Pengujung Tahun
Emas dan perak mencetak rekor tertinggi pada hari Jumat, didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat dan melemahnya dolar AS. Harga perak melonjak hingga 4,6%, melewati $75 per ons untuk pertama kalinya. Sementara itu, emas juga naik 1,2% dan menembus $4.500 per ons, melanjutkan reli historisnya yang didorong oleh permintaan safe-haven. Tahun ini, emas diperkirakan akan mencatatkan kenaikan tahunan terbaiknya sejak 1979.
Di pasar saham, indeks MSCI All Country World menguat 0,2% pada perdagangan Asia, memimpin rally tahunan yang disebut “Santa Claus Rally”, yang diperkirakan akan mendorong saham ke rekor baru. Indeks S&P 500 juga mencatatkan kenaikan kelima berturut-turut meskipun pasar menghadapi volatilitas rendah. Optimisme pasar didorong oleh pertumbuhan ekonomi AS yang kuat, meskipun spekulasi terkait suku bunga Federal Reserve dan valuasi saham teknologi masih menjadi pertanyaan.
Di sektor komoditas, minyak diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober. Ini dipicu oleh blokade pengiriman minyak dari Venezuela oleh AS dan serangan militer AS terhadap kelompok teroris di Nigeria, yang meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan minyak global. Tembaga juga melonjak, mencetak rekor di Shanghai dan New York, seiring investor bertaruh pada pasokan global yang semakin ketat di tahun 2026.
Sementara itu, yen Jepang melemah 0,2% terhadap dolar setelah data menunjukkan bahwa inflasi Tokyo lebih rendah dari yang diperkirakan, membuka spekulasi bahwa Bank of Japan akan menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, yuan China menguat setelah PBOC menetapkan batas referensi harian di bawah perkiraan pasar, menunjukkan upaya untuk memperlambat apresiasi mata uangnya.(asd)
Sumber: Newsmaker.id