Emas menduduki Rekor Tertinggi, Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Harga emas mencapai rekor baru di atas $4.500 per ons pada hari Selasa (23/12), didorong oleh ketegangan geopolitik yang meningkat, khususnya di Venezuela, dan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga lebih lanjut di tahun depan. Emas terus menunjukkan daya tarik sebagai aset aman di tengah kekhawatiran terkait risiko makroekonomi, sementara harga perak dan platinum juga mencatatkan rekor tertinggi.
Harga perak melonjak hingga $72,70 per ons, setelah sebelumnya menembus $70, didorong oleh arus masuk spekulatif dan gangguan pasokan yang masih terjadi setelah tekanan pendek bersejarah pada bulan Oktober. Perak kini mengalami peningkatan yang lebih spektakuler dibandingkan emas, dengan permintaan fisik yang meningkat serta penjualan pasokan di pasar utama, seperti di London.
Platinum juga mencatatkan kenaikan 4% menjadi lebih dari $2.300 per ons, dipicu oleh pasokan yang ketat dan tingginya biaya pinjaman. Kenaikan ini membuat platinum berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan tahunan terbesar sejak pertama kali data Bloomberg dikumpulkan pada tahun 1987, dengan kenaikan 160% pada tahun ini.
Sementara itu, emas terus beriklan di level tinggi setelah penurunan sebelumnya pada bulan Oktober. Setelah koreksi dari puncak $4.381, emas kembali naik, menampilkan momentum yang kuat untuk membawa keuntungan ini ke tahun depan. Beberapa bank, termasuk Goldman Sachs, memperkirakan harga emas akan terus naik pada tahun 2026, dengan skenario dasar mencapai $4.900 per ons.
Kenaikan harga logam mulia ini didukung oleh pembelian ETF yang signifikan. SPDR Gold Trust, ETF logam mulia terbesar, mengalami kenaikan lebih dari seperlima tahun ini, menambah dukungan bagi harga emas. Sentimen pasar yang optimis, didorong oleh ketegangan politik dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar di AS, semakin memperkuat daya tarik emas, perak, dan platinum.
Dengan pergerakan harga yang tajam, pasar logam mulia yang diprediksi akan tetap bergantung pada kebijakan Fed dan ketegangan geopolitik global. Investor yang mencari perlindungan terhadap risiko akan terus memantau dinamika ini untuk memanfaatkan peluang yang muncul di pasar emas dan logam mulia lainnya.(asd)
Sumber : Newsmaker.id