Emas–Perak di Ambang Rekor Baru!
Emas dan perak bergerak dekat level rekor, setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan. Platinum juga mendekati puncak tertinggi dalam 17 tahun. Pada perdagangan pagi di Singapura, emas berada di sekitar $4.330,67/ons, perak di $65,51/ons (dekat rekor $66,89), sementara indeks dolar Bloomberg cenderung datar.
Dukungan utama datang dari inflasi inti AS yang tercatat naik pada laju paling lambat sejak awal 2021. Kondisi ini memperkuat argumen bahwa biaya pinjaman bisa turun, yang biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia karena emas dan perak tidak memberikan imbal hasil (non-yielding). Namun, laporan inflasi terbaru dinilai kurang “bersih” karena terdampak shutdown pemerintah selama enam minggu yang berakhir bulan lalu, sehingga sebagian pihak mempertanyakan kualitas data.
Di sisi kebijakan, Federal Reserve baru saja melakukan pemangkasan suku bunga ketiga berturut-turut pekan lalu, tetapi belum memberi sinyal tegas tentang kecepatan pelonggaran berikutnya. Pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan pada Januari sekitar 25%. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali mendorong agar suku bunga diturunkan lebih agresif tahun depan, sehingga arah kebijakan moneter tetap menjadi perhatian utama.
Faktor geopolitik juga memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman. Ketegangan yang meningkat di Venezuela memberi dukungan tambahan pada harga emas pekan ini, setelah Trump memerintahkan blokade terhadap seluruh tanker minyak yang terkena sanksi. Tekanan terhadap Caracas disebut meningkat seiring penguatan kehadiran militer AS di kawasan, yang membuat pasar tetap waspada terhadap risiko eskalasi.
Sepanjang tahun ini, logam mulia mengalami reli kuat dan berpotensi mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Perak telah lebih dari dua kali lipat, sementara emas naik sekitar dua pertiga, didorong pembelian bank sentral dan arus masuk ke ETF berbasis emas. Platinum juga melanjutkan kenaikan beruntun dan telah meningkat tajam tahun ini, seiring tanda-tanda pengetatan pasokan di pasar London, penempatan stok di AS untuk mengantisipasi risiko tarif, serta permintaan yang kuat dari China setelah dimulainya perdagangan berjangka di Guangzhou; palladium turut menguat.(asd)
Sumber: Bloomberg.com