Emas Stabil Usai Data Inflasi Picu Spekulasi Cut Rate
Harga emas bertahan stabil pada Kamis (18/12), memangkas penurunan yang terjadi lebih awal dalam sesi, setelah data inflasi AS yang lebih lemah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada 2026.
Emas spot turun 0,1% ke $4.333,57 per ounce pada pukul 14:24 GMT. Kontrak berjangka emas AS juga melemah 0,2% ke $4.366,80.
Data menunjukkan harga konsumen AS naik 2,7% secara tahunan (yoy) pada November, lebih rendah dari perkiraan kenaikan 3,1% menurut survei ekonom Reuters. Setelah rilis data ini, kontrak berjangka suku bunga federal funds memperhitungkan peluang yang sedikit lebih besar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Januari.
“(Laporan CPI) berdampak negatif untuk dolar dan positif untuk emas… dan pada dasarnya, The Fed akan tetap menjadi fokus menuju 2026 saat pasar mencoba menghitung berapa kali pemangkasan suku bunga yang mungkin terjadi tahun depan,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas biasanya diuntungkan ketika suku bunga lebih rendah.
Trader memperkirakan total pemangkasan suku bunga sebesar 63 basis poin oleh Federal Reserve tahun depan, menurut data yang dihimpun LSEG (FedWatch).
Presiden AS Donald Trump pada Rabu mengatakan bahwa ketua Federal Reserve berikutnya akan berasal dari sosok yang mendukung suku bunga jauh lebih rendah, dengan pengumuman yang diperkirakan awal tahun depan.
Sementara itu, perak spot turun 0,4% ke $66,04 per ounce, mundur dari rekor tertinggi $66,88 pada sesi sebelumnya.
“Baik emas maupun perak sudah mengalami reli besar dalam beberapa minggu terakhir, jadi tidak mengejutkan jika pasar melakukan aksi ambil untung atau konsolidasi,” ujar Meger.
Perak mengungguli emas tahun ini, melonjak 129% sejak awal tahun (year-to-date/YTD) didorong permintaan investasi dan kekhawatiran defisit pasokan.(yds)
Sumber: Reuters.com