Emas Goyang, Geopolitik & CPI Jadi Penentu
Harga emas turun karena investor fokus pada meningkatnya ketegangan geopolitik di Venezuela dan menunggu data inflasi AS yang akan datang yang dapat membentuk langkah kebijakan Fed selanjutnya.
Kontrak berjangka di New York turun 0,4% menjadi $4.356,50 per troy ounce pada perdagangan awal, dengan ketidakpastian yang masih ada mengenai laju pelonggaran moneter AS tahun depan. Meskipun demikian, harga tetap mendekati rekor Oktober dan naik sekitar 65% tahun ini, didorong oleh pembelian bank sentral yang kuat, arus masuk ETF, dan penarikan yang lebih luas dari utang pemerintah dan mata uang utama. Meningkatnya risiko geopolitik juga memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe-haven.
"Kami memperkirakan harga emas akan mencapai rekor tertinggi baru pada tahun 2026," kata analis ING. "Penurunan seharusnya terbatas, karena setiap pelemahan kemungkinan akan menarik minat baru dari pembeli ritel dan institusional."(mrv)
Sumber : Dow Jones Newswires