Emas Goyang Jelang CPI Naik Lagi atau Kejedot?
Harga emas (XAU/USD) melemah tipis di sesi Asia Kamis, turun ke $4.324/oz. Pelemahan ini lebih karena aksi ambil untung setelah emas sempat menyentuh level tertinggi dalam sekitar tujuh minggu.
Tekanan tambahan datang dari dolar AS yang rebound. Saat USD menguat, emas biasanya jadi agak “kurang menarik” dalam jangka pendek karena terasa lebih mahal bagi pembeli non-dolar.
Meski begitu, penurunan emas dinilai tidak mudah berlanjut dalam. Data tenaga kerja AS terbaru masih memberi sinyal pasar kerja mulai mendingin, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap hidup. Kalau suku bunga turun, emas biasanya diuntungkan karena emas tidak memberi bunga (opportunity cost-nya mengecil).
Dari sisi geopolitik, tensi juga ikut jadi bantalan. Situasi memanas setelah Venezuela mengerahkan angkatan laut untuk mengawal kapal minyak di tengah ancaman blokade dari AS. Kondisi seperti ini sering mendorong aliran dana ke aset aman, termasuk emas.
Pasar sekarang “mengunci mata” ke data inflasi AS (CPI) November yang rilis Kamis malam, plus Initial Jobless Claims. Konsensus memperkirakan CPI utama 3,1% YoY dan CPI inti 3,0% YoY—angka ini berpotensi jadi pemicu gerak besar untuk USD, yield, dan emas dalam hitungan menit.
Prediksi skenario 1: Jika CPI rilis lebih rendah dari perkiraan (lebih “dingin”), pasar bisa makin yakin The Fed punya ruang untuk melonggarkan kebijakan. Dalam kondisi ini, USD cenderung melemah dan emas punya peluang balik naik cepat, berpotensi menembus lagi area $4.350 dan menguji zona puncak sebelumnya di sekitar $4.380-an.
Prediksi skenario 2: Jika CPI lebih tinggi dari perkiraan (lebih “panas”), peluang pemangkasan suku bunga bisa dianggap mundur, USD menguat, dan emas rawan koreksi. Area yang berpotensi jadi tujuan pullback biasanya kembali ke sekitar $4.330 dulu, lalu bila tekanan kuat bisa melebar ke $4.300. Biasanya pas rilis CPI juga sering terjadi pergerakan “naik-turun cepat” (whipsaw), jadi reaksi pertama belum tentu jadi arah final sesi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id