Emas Turun Tipis… Ini Baru Pemanasan?
Harga emas akhirnya turun setelah lima hari berturut-turut menguat. Penurunan ini terjadi karena banyak investor mulai mengambil keuntungan, sambil menunggu deretan data ekonomi AS minggu ini yang bisa memberi petunjuk apakah The Fed masih mau melanjutkan pangkas suku bunga.
Emas (bullion) sempat turun sampai 0,6% menjadi sekitar $4.280 per ons. Meski turun, posisinya masih dekat rekor tertinggi Oktober, karena emas masih berada dalam jarak sekitar $100 dari puncaknya yang tercetak setelah The Fed melakukan pemangkasan suku bunga ketiga pekan lalu.
Menurut analis Vantage Markets, pengambilan keuntungan pada level tertinggi ini membuat pergerakan emas terlihat “naik-turun”. Tapi ada hal penting: setiap kali emas turun, pembeli cepat masuk lagi, jadi koreksinya belum terlihat sebagai tanda tren melemah—lebih seperti fase “istirahat” sebelum menentukan arah berikutnya.
Fokus pasar sekarang ada di rilis data AS yang sempat tertunda karena shutdown pemerintah selama enam minggu. Yang paling ditunggu adalah data ketenagakerjaan yang keluar Selasa, dengan perkiraan tambahan gaji sekitar 50.000 dan pengangguran 4,5%—artinya pasar melihat tenaga kerja melambat, tapi belum sampai anjlok.
Kalau data tenaga kerja ini ternyata lebih lemah dari perkiraan, peluang The Fed melakukan pemangkasan suku bunga lanjutan bisa semakin besar. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas, karena emas tidak memberi bunga, jadi jadi lebih menarik saat imbal hasil turun. Minggu ini juga ada beberapa pidato pejabat The Fed, dan data inflasi akan dirilis Kamis.
Secara tren besar, emas sudah naik lebih dari 60% sepanjang tahun ini, sementara perak bahkan sudah naik lebih dari dua kali lipat—menuju kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Kenaikan ini ditopang oleh pembelian bank sentral yang tinggi, investor yang mengurangi minat pada obligasi dan mata uang, serta aliran masuk ke ETF emas yang mayoritas naik hampir sepanjang tahun. Pada pembaruan terakhir, emas turun sekitar 0,5% ke $4.285,79 di Singapura, sementara perak jatuh 2,7% setelah lonjakan sebelumnya.(Asd)
Sumber : Newsmaker.id