• Fri, Mar 6, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 December 2025 09:22  |

Emas Tahan Kenaikan, Sinyal Fed Bikin Trader Galau Lanjut Rally?

Harga emas bertahan menguat setelah empat hari naik beruntun, di tengah komentar yang saling bertentangan dari pejabat Federal Reserve yang membuat pasar mengerem ekspektasi pelonggaran agresif tahun depan. Emas diperdagangkan di sekitar $4.310 per ons, setelah naik lebih dari 2% sepanjang pekan lalu. Padahal, The Fed baru saja memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, tetapi tiga pejabat memilih menentang keputusan tersebut.

Dua di antara pihak yang berbeda pendapat, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Fed Kansas City Jeff Schmid, menjelaskan alasan mereka pada hari Jumat. Goolsbee menilai akan lebih bijak jika Fed menunggu data ekonomi tambahan, terutama karena penutupan pemerintahan membuat sejumlah rilis penting tertunda. Schmid menegaskan inflasi masih terlalu tinggi. Padahal, secara teori, lingkungan suku bunga rendah biasanya menguntungkan emas dan logam mulia lain yang tidak memberikan bunga.

Secara kinerja, emas sudah melonjak lebih dari 60% tahun ini, sementara perak bahkan lebih dari dua kali lipat, menempatkan keduanya di jalur performa tahunan terbaik sejak 1979. Reli panas ini didukung pembelian besar-besaran bank sentral dan pergeseran investor dari obligasi negara serta mata uang. Data World Gold Council menunjukkan, kepemilikan di ETF berbasis emas naik hampir setiap bulan tahun ini, kecuali Mei.

Analis Goldman Sachs masih melihat ruang kenaikan lebih lanjut. Dalam sebuah catatan, mereka memperkirakan harga emas bisa menembus $4.900 per ons pada akhir 2026, dengan alasan tren pembelian bank sentral yang kuat dan berjangka panjang. Mereka memperkirakan pembelian emas bank sentral akan rata-rata sekitar 70 ton per bulan pada 2026, menjadikannya pilar penting di balik reli emas.

Di sisi lain, perak juga tetap jadi sorotan. Logam putih ini beberapa pekan terakhir ditopang spekulasi soal pasokan yang ketat setelah squeeze historis pada Oktober. Perak sempat menyentuh rekor sekitar $64,66 per ons pada Jumat, sebelum terkoreksi 2,5%. Pada awal pekan, emas naik sekitar 0,3% ke $4.314,20, sementara perak menguat 0,2% ke $62,11. Platinum dan paladium juga menguat, sedangkan Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar, sehingga tidak banyak menahan kenaikan logam mulia.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Fed Turunkan Harga Emas, Namun Kini Mulai Berbalik Arah!

Harga emas naik tipis menyusul penurunan pada sesi sebelumnya yang dipicu oleh peringatan Ketua Federal Reserve Jerome Powell...

19 June 2025 07:41
GOLD

Emas Masih Tunggu Hasil FOMC

Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada hari Rabu, diperdagangkan mendekati $3.330 per troy ounce di sesi Eropa, setelah se...

30 July 2025 21:21
BIAS23.com NM23 Ai