Prospek Dovish Fed Topang Permintaan, Emas Dekati Rekor
Harga emas (XAU/USD) kembali melanjutkan kenaikan pada hari Jumat (12/12) seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed) setelah pemangkasan suku bunga pekan ini. Saat tulisan ini dibuat, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.340, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di kisaran $4.381 yang tercapai pada 20 Oktober.
Kenaikan terbaru ini membantu emas batangan keluar dari fase konsolidasi dua minggu, karena pasar terus menilai ulang arah kebijakan The Fed hingga 2026. Pergeseran sentimen ini muncul setelah keputusan hari Rabu untuk menurunkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin (bps), menandai pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini.
Meskipun The Fed tidak memberikan panduan (forward guidance) yang jelas untuk ke depan, Ketua Jerome Powell memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga dalam jangka pendek kecil kemungkinannya, sambil tetap menegaskan pendekatan “bergantung data” (data-dependent) dan menyoroti adanya risiko di kedua sisi mandat ganda The Fed (inflasi dan lapangan kerja).
Prospek yang kurang hawkish dibandingkan perkiraan pasar membuat para pelaku memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga tahun depan, meskipun dot plot terbaru The Fed hanya menunjukkan satu kali pemangkasan.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut juga memberikan dukungan fundamental yang stabil bagi emas, sehingga XAU/USD berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan yang solid.
Dolar AS (Greenback) tetap berada di bawah tekanan, sehingga emas menjadi lebih murah bagi pembeli di luar negeri ketika pasar semakin condong ke arah pandangan dovish terhadap The Fed. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan mendekati 98,47 setelah sempat turun ke level terendah delapan minggu pada hari Kamis, dan berada di jalur penurunan untuk tiga minggu berturut-turut.
Ketegangan geopolitik tetap tinggi di tengah lambatnya progres upaya perdamaian Rusia–Ukraina yang dipimpin AS di Eropa. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan kekhawatiran serius atas proposal AS untuk menjadikan wilayah sengketa Donbas sebagai “zona ekonomi bebas”. Presiden AS Donald Trump menyuarakan rasa frustrasinya terhadap lambatnya proses negosiasi dan mengisyaratkan bahwa ia mungkin akan melewatkan pembicaraan damai di Eropa akhir pekan ini.(yds)
Source: FXstreet.com