Emas Turun Jelang The Fed; Perak Reli di Atas $60
Harga emas melemah pada hari Rabu (10/12) karena investor menantikan pemangkasan suku bunga yang sudah diperkirakan dari Federal Reserve AS dan petunjuk mengenai kebijakan ke depan, sementara perak memperpanjang reli ke rekor tertinggi baru.
Emas spot turun 0,3% menjadi $4.197,91 per ons pada pukul 12.43 GMT. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Februari turun 0,2% menjadi $4.226,40 per ons.
Sementara itu, perak spot naik 0,6% menjadi $61 per ons setelah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di $61,61 sebelumnya pada sesi tersebut, didorong oleh meningkatnya permintaan industri, turunnya persediaan, dan penetapannya sebagai mineral kritis oleh Amerika Serikat. Logam berwarna putih ini telah naik 112% sejauh tahun ini.
“Perak menembus level $60 per ons, menarik lebih banyak spekulan jangka pendek dan pengikut tren masuk ke pasar. Hal ini juga mencerminkan narasi tentang kondisi fisik pasar perak yang ketat,” kata analis Julius Baer, Carsten Menke.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) diperkirakan akan mengumumkan keputusan suku bunganya pada pukul 19.00 GMT, dan Ketua Fed Jerome Powell akan berbicara pada pukul 19.30 GMT. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan 88% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin.
“Emas cenderung bergerak dalam kisaran sampai kita mendapatkan kabar dari FOMC … yang akan menggerakkan emas bukan semata-mata pemangkasannya, tapi lebih ke arah panduan (guidance) untuk ke depannya,” kata Nitesh Shah, ahli strategi komoditas di WisdomTree, seraya menambahkan bahwa kenaikan imbal hasil Treasury saat ini menekan harga emas.
Imbal hasil obligasi Treasury AS tenor acuan 10 tahun telah naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan.
“Dalam beberapa minggu terakhir, permintaan investor terhadap emas yang diukur dari kepemilikan produk berbasis fisik tidak sekuat perak. Kami melihat ini sebagai faktor utama yang menahan pergerakan emas,” ujar Menke.
“Kinerja emas tetap menjadi salah satu penggerak utama harga perak — setiap koreksi pada emas bisa memicu volatilitas yang lebih besar pada perak,” kata analis ActivTrades, Carolane de Palmas.
Sementara itu, penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, kandidat terdepan pengganti Powell sebagai Ketua The Fed, mengatakan pada hari Selasa bahwa masih ada “banyak ruang” untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, meskipun kenaikan inflasi dapat mengubah perhitungan tersebut.(yds)
Sumber: Reuters.com