Momentum Fed Jadi Sorotan, Ini yang Terjadi pada Emas!
Harga emas global turun sekitar 0,48% ke level US$ 4.107 per ons pada sesi Asia Rabu, setelah sempat mencapai titik tertinggi sejak 23 Oktober di sesi sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh rebound dolar AS dan aksi ambil untung (profit-taking) setelah emas menguat hampir tiga minggu terakhir karena ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada bulan depan.
Penguatan dolar membuat emas yang dihargakan dalam mata uang AS menjadi relatif lebih mahal bagi investor dari negara lain, sehingga menekan permintaan. Sementara itu, investor juga menyesuaikan posisi setelah harga emas naik cukup tinggi di sesi sebelumnya. Menurut Tim Waterer, Kepala Analis Pasar KCM Trade, pelemahan dolar sebelumnya mendukung kenaikan emas dan perak, namun sekarang "kondisi normal kembali" dengan emas bergerak kembali di atas US$ 4.100 per ons.
Dari sisi fundamental, ekspektasi pemangkasan suku bunga AS tetap mendukung emas. Para trader memperkirakan sekitar 68% kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin pada bulan depan, seiring inflasi yang menurun dan angka pengangguran yang meningkat. Emas, sebagai aset non-yielding, cenderung menarik di lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi. Selain itu, SPDR Gold Trust melaporkan kenaikan kepemilikan emasnya menjadi 1.046,36 ton pada Selasa dari 1.042,06 ton sehari sebelumnya.
Sementara itu, logam mulia lainnya mengalami koreksi tipis. Harga perak turun 0,4% ke US$ 51,05 per ons, platinum turun 0,4% ke US$ 1.578,95, dan palladium turun hampir 1% ke US$ 1.431,47. Analis memandang penurunan harga emas saat ini lebih bersifat koreksi teknikal, sehingga peluang bagi investor untuk membeli pada level ini tetap terbuka, terutama jika data ekonomi AS selanjutnya mendukung pelonggaran kebijakan moneter.(asd)
Sumber : Newsmaker.id