Emas Naik Tajam, Harapan Pemangkasan Suku Bunga Kembali Menguat?!
Harga emas melonjak untuk hari kedua berturut-turut, didorong oleh meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve bulan depan. Melemahnya data ekonomi AS, termasuk penurunan tajam pada tingkat kepercayaan konsumen dan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja, membuat investor beralih ke aset aman seperti emas. Logam mulia ini naik hampir 2% dan menembus level $4.077 per ons, setelah pekan lalu bergerak mendatar ?!
Kenaikan emas terjadi meskipun ada kabar positif dari Washington mengenai kemungkinan berakhirnya penutupan pemerintahan AS yang telah berlangsung lebih dari 40 hari. Sejumlah senator Demokrat moderat dikabarkan mendukung kesepakatan untuk membuka kembali pemerintah dan mendanai beberapa lembaga. Namun, para analis menilai bahwa meski kabar ini bisa menekan kenaikan emas dalam jangka pendek, fokus utama pasar kini tertuju pada peluang pemangkasan suku bunga.
Menurut analis Emkay Global, Riya Singh, tanda-tanda pelemahan ekonomi AS memperkuat peluang The Fed memangkas suku bunga bulan depan. “Optimisme soal berakhirnya shutdown bisa menahan laju kenaikan emas, tetapi tren utama tetap didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter,” ujarnya. Di sisi lain, data menunjukkan bank sentral Tiongkok kembali menambah cadangan emas untuk bulan ke-12 berturut-turut, mendukung permintaan global terhadap logam mulia ini.
Pada perdagangan sesi Asia siang ini, harga spot emas naik 1,8% menjadi $4.077,55 per ons, sementara indeks dolar AS cenderung stabil. Perak ikut menguat 2,4%, disusul kenaikan pada platinum dan paladium. Analis menilai, jika data ekonomi AS yang tertunda karena shutdown menunjukkan pelemahan lebih lanjut, peluang bagi The Fed untuk memangkas suku bunga akan semakin besar dan hal itu bisa menjadi bahan bakar baru bagi reli emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id