Geopolitik Panas, Pasar Gelisah: Emas Rally, Minyak Rebound
Harga emas menguat ke level tertinggi dalam sepekan, didorong lonjakan permintaan aset aman setelah tensi Venezuela memanas akibat langkah agresif Amerika Serikat. Penguatan ini mempertegas sentimen bullish yang sudah terbentuk dari kombinasi risiko geopolitik, isu pasokan energi, serta ekspektasi bahwa bank sentral—terutama Federal Reserve—masih punya ruang memangkas suku bunga tahun ini. Emas spot sempat melonjak sekitar 2,7% dan kemudian melanjutkan kenaikan, membawa harga semakin dekat ke rekor sepanjang masa di area US$4.549,71. Setelah reli tajam, emas sempat terkoreksi lebih dari 1% karena aksi ambil untung, namun pelemahan tertahan ketika data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan menguatkan kembali spekulasi pemangkasan suku bunga (pasar memperkirakan total sekitar 61 bps pemangkasan tahun ini berdasarkan estimasi LSEG). Sentimen positif kembali menguat saat harga diperdagangkan di atas US$4.470 per ons, ditopang kombinasi safe haven, ekspektasi pemangkasan suku bunga yang bertahan (sekitar dua kali pemangkasan The Fed masih dipricing pasar), serta pembelian institusi resmi. Permintaan struktural juga tetap kuat karena pembelian bank sentral—termasuk China—yang memperpanjang tren akumulasi emas hingga 14 bulan berturut-turut. Menjelang akhir pekan, emas tetap berada di jalur kenaikan hampir 4% secara mingguan, dengan data ketenagakerjaan AS yang beragam (penambahan pekerjaan lebih kecil dari perkiraan, pengangguran turun) membuat peluang pemangkasan suku bunga tetap terbuka, meski ekspektasi penurunan suku bunga jangka pendek sempat tertekan.
Sementara itu, harga minyak bergerak fluktuatif sepanjang pekan seiring pasar menimbang dampak perkembangan Venezuela terhadap pasokan global. Di awal, minyak ditutup menguat sekitar US$1 per barel karena trader memproses risiko pasokan dari negara dengan cadangan terbesar dunia itu, meski produksi dan ekspornya selama ini telah terganggu oleh sanksi dan minimnya investasi. Pergerakan sempat “choppy” karena harga sempat turun lebih dari US$1 sebelum berbalik menguat, di tengah spekulasi Washington akan mengambil alih kendali atas negara anggota OPEC tersebut. Namun fokus pasar kemudian bergeser ke narasi besar tahun 2026: pasokan global dipandang berpotensi longgar, sehingga ketidakpastian Venezuela dinilai belum cukup mengubah keseimbangan suplai-permintaan dalam waktu dekat. Tekanan bertambah ketika investor mencerna kesepakatan pemerintahan AS untuk mengimpor minyak mentah Venezuela hingga senilai US$2 miliar—langkah yang dipersepsikan menambah pasokan ke konsumen minyak terbesar dunia. Setelah dua sesi melemah, minyak kembali rebound kuat dan ditutup pada level tertinggi dalam dua pekan, karena investor kembali mengkalkulasi risiko pasokan dari berbagai titik panas—mulai dari Venezuela hingga kekhawatiran dari Rusia, Irak, dan Iran. Menjelang penutupan pekan, faktor Iran menjadi katalis yang paling dominan: meningkatnya ancaman terhadap produksi Iran mendorong penguatan lanjutan, membuat minyak AS ditutup di level tertinggi sejak awal Desember dan mengunci kenaikan lebih dari 3% dalam sepekan, sementara pelaku pasar tetap memantau dinamika Venezuela sebagai risiko latar yang belum selesai.
Tinjauan Teknikal.
GOLD
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $4.547, Take profit $4.654. Stop loss di $4.516. Atau Sell $ 4.502 Take profit di $ 4.377. Stop loss di $ 4.530.
BCO
Rekomendasi untuk minggu ini,Buy $63.33 Take profit $64.28. Stop loss di $62.90. Atau Sell $62.65 Take profit di $61.82. Stop Loss di $63.10.
DISCLAIMER
Catatan: Artikel ini hanya analisis dan bukan referensi definitif. Perhatikan perkembangan aspek fundamental dan teknis dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi.