• Mon, Mar 30, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

30 March 2026 22:12  |

Powell: Saatnya Fed “Wait and See”

Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan ada ketegangan antara dua mandat utama bank sentral—stabilitas harga dan pencapaian lapangan kerja maksimum—ketika ia berbicara dalam diskusi terarah di kelas Principles of Economics Harvard di Cambridge pada hari Senin (30/3).

Powell menegaskan The Fed tetap berkomitmen mengembalikan inflasi ke target 2% secara berkelanjutan. Ia juga menilai ekspektasi inflasi saat ini “tampak tetap terjaga (anchored),” namun menekankan pentingnya terus memantau ekspektasi tersebut, terutama ketika terjadi guncangan pasokan.

Terkait tarif, Powell menyebut “tariff inflation” cenderung merupakan kenaikan harga sekali (one-time), dengan estimasi dampak sekitar 0,5 hingga 1 poin persentase terhadap inflasi. Ia menambahkan peristiwa di Timur Tengah dapat memengaruhi harga bensin, memperkuat kanal inflasi energi yang belakangan menjadi perhatian pasar.

Dalam konteks kebijakan, Powell mengatakan posisi kebijakan moneter saat ini “berada di tempat yang baik” untuk menunggu dan melihat bagaimana situasi berkembang. Ia mengakui The Fed belum mengetahui secara pasti dampak ekonomi dari kondisi saat ini, sehingga pendekatan berbasis data tetap dominan.

Powell juga menyentuh isu neraca bank sentral. Ia mengatakan riset secara umum menunjukkan pembelian aset jangka panjang menurunkan suku bunga dan mendukung ekonomi, serta menyatakan “ada benarnya” pandangan tersebut. Ia menambahkan The Fed belum benar-benar melihat risiko sisi negatif dari neraca besar seperti yang dulu banyak diprediksi.

Di luar kebijakan suku bunga, Powell menekankan pentingnya independensi The Fed. Ia menyatakan bank sentral harus sepenuhnya independen dan nonpolitis, sembari mencatat aspek regulasi berbeda konteksnya, terutama pasca Dodd-Frank.

Bagi pasar, pesan utamanya: The Fed cenderung “look through” guncangan pasokan, tetapi tidak akan mengabaikan risiko bila ekspektasi inflasi mulai goyah—sebuah kombinasi yang membuat jalur kebijakan tetap sensitif terhadap data inflasi, energi, dan ekspektasi inflasi dalam beberapa pekan ke depan. (Arl)

Source : Newsmaker.id

Related News

FISCAL & MONETARY

Australia Pangkas Suku Bunga Tunai ke Level Terendah 2 Tahun...

Bank Sentral Australia (RBA) memangkas suku bunga tunai sebesar 25bps menjadi 3,85% pada pertemuan bulan Mei, pemangkasan suk...

20 May 2025 12:13
FISCAL & MONETARY

Bank of Japan Main Aman, Pengurangan JGB Bakal Dipangkas?

Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga jangka pendek tidak disesuaikan pada 0,5% setelah tinjauan ke...

17 June 2025 08:18
FISCAL & MONETARY

Barkin: Inflasi “Menggembirakan”, Tapi Fed Belum Mau Bur...

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menilai data inflasi AS bulan Desember sebagai “menggembirakan”. Namun ia ...

14 January 2026 09:57
FISCAL & MONETARY

Kepala BOJ Berjanji Untuk Meneliti Dampak Tarif AS Dalam Men...

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pada hari Rabu (9/4) bahwa bank sentral akan menganalisis dengan cermat bagaiman...

9 April 2025 08:28
BIAS23.com NM23 Ai