Pasar Tenaga Kerja atau Inflasi? Ini yang Bikin Paulson Bingung!
Presiden Federal Reserve Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan ia menyikapi rapat kebijakan Desember dengan sangat hati-hati. Menurutnya, bank sentral harus menyeimbangkan perlambatan pasar tenaga kerja dengan risiko inflasi yang masih tetap ada. Ia menilai pemangkasan suku bunga yang sudah dilakukan sejauh ini masih tepat, tetapi setiap pemangkasan tambahan akan membutuhkan alasan yang lebih kuat.
Paulson menyebut risiko kenaikan inflasi masih ada, sementara di sisi lain risiko pelemahan lapangan kerja juga meningkat. Karena itu, kebijakan moneter menurutnya “harus berjalan di garis yang sangat tipis”. Ia mengaku, untuk saat ini, sedikit lebih khawatir terhadap kondisi pasar tenaga kerja dibanding inflasi. Paulson juga menambahkan bahwa The Fed masih akan mendapat banyak data penting sebelum rapat Desember, sehingga ruang penilaian masih terbuka.
Ia menilai ekonomi AS secara keseluruhan “masih baik”, tetapi ada perbedaan yang makin tajam antara kelompok pendapatan tinggi dan rumah tangga berpendapatan rendah hingga menengah. Kelompok bawah dinilai lebih banyak menghadapi tekanan. Paulson menyebut laporan pasar tenaga kerja September secara keseluruhan cukup “menggembirakan”, sementara dampak tarif impor lebih kecil dari yang dikhawatirkan dan permintaan yang ada masih membantu menahan inflasi.
Paulson juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini lebih banyak ditopang oleh kelompok berpendapatan tinggi dan sangat sensitif terhadap pergerakan pasar saham. Hal itu membuat prospek pertumbuhan ke depan lebih rentan jika valuasi ekuitas terkoreksi. Di pasar keuangan, Indeks Dolar AS (DXY) bergerak sedikit melemah dan terakhir diperdagangkan di sekitar 100,15, turun 0,06% pada hari itu.(asd)
Sumber: Bloomberg