Trump Tekan India, Rusia Kena Imbas
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan bahwa Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah berjanji untuk menghentikan pembelian minyak dari Rusia. Komitmen ini disampaikan langsung oleh Modi dalam percakapan pribadi dengan Trump pada hari Rabu. Meski tidak ada tenggat waktu yang disebutkan, Trump menyebut bahwa India tidak bisa menghentikan pembelian itu secara langsung, namun prosesnya akan segera diselesaikan. Langkah ini dinilai penting oleh Trump dalam upaya menekan pendanaan Rusia atas perang di Ukraina.
Sebagai pengganti pasokan dari Rusia, India disebut siap meningkatkan pembelian minyak dari Amerika Serikat. Menurut pejabat Kementerian Perdagangan India, negara tersebut memiliki kapasitas untuk menambah impor minyak senilai hingga $15 miliar dari AS, melampaui pembelian tahunan saat ini yang berkisar $12–13 miliar. India berharap langkah ini dapat mempercepat perjanjian dagang dengan AS dan mengurangi surplus perdagangan sebesar $42,7 miliar yang selama ini dinikmati India.
Hubungan dagang antara kedua negara sebelumnya sempat tegang, terutama setelah Trump memberlakukan tarif tinggi terhadap barang asal India dan menaikkan biaya visa kerja H-1B yang banyak digunakan tenaga kerja teknologi asal India. Namun, dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut hubungan dengan Modi tetap baik dan menggambarkannya sebagai “orang hebat”. Modi pun menyampaikan bahwa pembicaraan dagang antara kedua negara menunjukkan kemajuan yang positif.
Trump juga menegaskan pentingnya menjaga harga minyak tetap rendah sebagai prioritas ekonomi, terutama dengan dukungan peningkatan produksi dari OPEC dan catatan produksi tinggi dari AS. Meski India belum sepenuhnya menghentikan impor dari Rusia, negara tersebut telah menawarkan berbagai konsesi dagang, seperti penghapusan tarif untuk suku cadang otomotif dan baja dari AS, sebagai bagian dari negosiasi yang terus berlangsung.(ads)
Source: Bloomberg