Putin Sebut Panggilan Telepon Dua Jam dengan Trump tentang Ukraina 'Sangat Berguna'
Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan prospek untuk mengupayakan gencatan senjata dengan Ukraina dalam kondisi tertentu setelah apa yang disebutnya panggilan telepon yang "sangat jujur" dan "berguna" dengan Donald Trump yang berlangsung lebih dari dua jam.
Ia setuju dengan Presiden Trump bahwa Rusia akan mengupayakan perincian nota kesepahaman dengan Ukraina tentang perjanjian damai di masa mendatang yang mencakup "prinsip-prinsip penyelesaian, waktu kemungkinan perjanjian damai, dan sebagainya, termasuk kemungkinan gencatan senjata untuk waktu tertentu jika kesepakatan yang tepat tercapai," kata Putin kepada wartawan di kota peristirahatan Rusia Sochi pada Senin malam (19/5), tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Dimulainya kembali pembicaraan langsung antara Rusia dan Ukraina minggu lalu di Istanbul setelah jeda tiga tahun menunjukkan bahwa proses perdamaian "berada di jalur yang benar," kata Putin.
Ini adalah panggilan telepon ketiga yang diumumkan secara publik antara kedua pemimpin tersebut sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada bulan Januari. Trump sebelumnya berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan berencana untuk meneleponnya lagi pada hari Senin serta melakukan pembicaraan dengan beberapa sekutu NATO-nya. (Arl)
Sumber: Bloomberg