AS-Iran Lanjut Diplomasi, Selat Hormuz Jadi Titik Panas Negosiasi
Negosiator Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, disebut mengadakan diskusi positif di Qatar. Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan pembicaraan teknis dengan Iran terus menunjukkan kemajuan, ketika kedua negara berupaya mengubah kesepakatan perdamaian sementara menjadi akhir permanen dari perang.
Kedua utusan AS itu berada di Doha pada Selasa sebagai bagian dari pembicaraan tidak langsung antara Washington dan Teheran. Perjanjian yang ditandatangani bulan lalu membuka ruang negosiasi selama 60 hari, tetapi proses tersebut masih menghadapi tantangan setelah bentrokan di Selat Hormuz dan perdebatan mengenai pengelolaan jalur strategis tersebut.
Pembicaraan antara pejabat AS dan Iran melalui mediator dilaporkan berlanjut pada Rabu, meskipun Witkoff dan Kushner tidak ikut serta dalam putaran tersebut. Sementara itu, Teheran telah membentuk kelompok kerja untuk membahas implementasi perjanjian sementara dan merancang kesepakatan damai akhir.
Ketidakpastian masih membayangi Selat Hormuz, jalur penting yang sebelum perang menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia. Iran menegaskan ingin memiliki kendali atas lalu lintas maritim di kawasan tersebut dan memberi sinyal bahwa beberapa kapal mungkin dikenakan biaya transit pada masa mendatang.
Rencana tersebut mendapat penolakan dari Amerika Serikat, Eropa, dan sebagian besar negara Teluk Arab. Dalam kesepakatan sementara, Iran tidak akan memungut biaya tol selama 60 hari, tetapi tetap membuka kemungkinan adanya biaya tertentu setelah periode tersebut berakhir.
Di sisi pasar, harga minyak Brent turun 0,9% ke sedikit di atas US$72 per barel, melanjutkan pelemahan sebelumnya karena meningkatnya harapan bahwa gencatan senjata dapat bertahan. Meski begitu, sejumlah isu besar masih belum selesai, termasuk pelepasan dana Iran yang dibekukan dan masa depan program nuklir negara tersebut.(gn)
Sumber: Newsmaker.id