Trump Perpanjang Ceasefire Iran, Tapi Blokade Hormuz Tetap Berjalan
Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, setelah rencana pembicaraan diplomatik kedua negara dibatalkan. Trump menegaskan AS akan menahan diri dari serangan baru, namun tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global.
Dalam unggahan media sosial pada Selasa (21/4), Trump menyatakan ia memerintahkan militer AS untuk melanjutkan blokade dan tetap siaga, serta memperpanjang ceasefire sampai proposal Iran disampaikan dan pembahasan “diselesaikan, satu cara atau lainnya.” Wakil Presiden JD Vance sebelumnya dijadwalkan terbang ke Pakistan untuk melanjutkan perundingan, tetapi perwakilan Teheran menolak hadir dengan alasan tuntutan AS tidak masuk akal. Trump menyalahkan kegagalan negosiasi pada struktur kepemimpinan Iran yang ia sebut “serius terpecah.”
Pernyataan ini mengubah ekspektasi pasar menjelang berakhirnya ceasefire pada Rabu, ketika Trump sebelumnya mengancam akan melanjutkan pengeboman jika kesepakatan tidak tercapai. Ia menambahkan keputusan menahan serangan diambil atas permintaan para pemimpin Pakistan. Dengan blokade Hormuz tetap berlaku, risiko gangguan arus energi berpotensi bertahan lebih lama, sehingga pasar cenderung menilai ulang premi risiko di minyak, inflasi energi, dan posisi safe haven.
Ke depan, pasar akan memantau apakah Iran benar-benar mengajukan proposal baru, sinyal jadwal pembahasan lanjutan, serta bagaimana implementasi blokade Hormuz berjalan di lapangan dan memengaruhi kelancaran arus pelayaran.(Arl)*
Sumber: Newsmaker.id