Trump Klaim AS Bisa “Buka Hormuz” dan Ambil Minyak, Risiko Geopolitik Tetap Tinggi
Presiden AS Donald Trump pada Jumat Agung menyatakan melalui Truth Social bahwa Amerika Serikat dapat “dengan mudah” membuka kembali Selat Hormuz jika diberi sedikit lebih banyak waktu. Dalam unggahannya, Trump juga menambahkan AS dapat “mengambil minyak” dan “menghasilkan banyak keuntungan,” menggambarkannya sebagai “gusher” bagi dunia.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap jalur energi strategis yang menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Iran. Klaim Trump tentang kemampuan membuka kembali Hormuz, sekaligus narasi soal penguasaan minyak, berpotensi menambah ketidakpastian arah kebijakan AS: apakah fokusnya akan bergeser ke deeskalasi akses pelayaran atau justru memperkeras tekanan di lapangan.
Bagi pasar, pesan seperti ini biasanya memperkuat premi risiko pada energi dan memperpanjang volatilitas lintas aset karena status Hormuz sangat menentukan persepsi gangguan pasokan dan inflasi. Dengan likuiditas menipis pada hari libur Jumat Agung, reaksi pasar bisa cenderung tidak seimbang, sehingga pelaku pasar akan memantau tindak lanjut resmi, perkembangan keamanan jalur pelayaran, serta sinyal diplomatik yang dapat mengubah ekspektasi normalisasi arus di Hormuz. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id