• Fri, Apr 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 April 2026 16:47  |

Iran Perluas Serangan, Hormuz Tetap Tersendat dan Tekanan Diplomasi Meningkat

Iran menargetkan lebih banyak lokasi di negara-negara Teluk Arab hingga Jumat, beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman baru terhadap infrastruktur Iran untuk menekan Teheran agar memulai negosiasi perdamaian. Serangan drone memicu kebakaran di kilang Mina Al Ahmadi, Kuwait, sementara otoritas setempat juga melaporkan serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi yang merusak sejumlah komponen. Abu Dhabi menangguhkan operasi di fasilitas gas Habshan untuk menangani kebakaran akibat puing intersepsi proyektil, dan Arab Saudi menyatakan telah mencegat beberapa drone.

Trump pada Kamis memposting video jembatan yang hancur dan memperingatkan akan ada “lebih banyak lagi” jika Iran tidak menyetujui kesepakatan guna mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir lima minggu dan memicu krisis energi global. Iran tetap menantang: Menlu Abbas Araghchi mengatakan serangan terhadap bangunan sipil tidak akan memaksa warga Iran menyerah, dan Teheran disebut menetapkan syarat-syarat sendiri yang sebagian besar tidak dapat diterima AS dan Israel.

CNN melaporkan penilaian bahwa sekitar setengah peluncur rudal Iran masih utuh meski terjadi lebih dari 12.000 serangan AS dan Israel sejak akhir Februari, dan ribuan drone serang satu arah masih tersedia. Di saat yang sama, Trump memberi sinyal pekan ini bahwa ia mungkin bersedia menarik pasukan AS dari konflik dalam dua hingga tiga minggu, bahkan jika Selat Hormuz tetap tertutup secara efektif.

Sekutu AS di Eropa, Timur Tengah, dan Asia meningkatkan upaya untuk memastikan Hormuz kembali dibuka, mengingat jalur ini biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan LNG dunia. Lebih dari 40 negara bertemu secara virtual untuk membahas rencana tersebut, dan menekankan solusi Hormuz perlu masuk dalam setiap pembicaraan gencatan senjata. Namun diskusi juga mencerminkan persiapan membuka kembali selat tanpa AS, dengan Prancis dan Inggris menilai opsi militer kemungkinan tidak efektif dan gencatan senjata diperlukan.

Hormuz tetap hampir tertutup, dengan laporan bahwa Iran menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas dan mewajibkan pembayaran bea masuk. Jalur ini berada di perairan internasional, sehingga upaya Iran menegaskan kendali atas lalu lintas berpotensi memicu penolakan keras dari kekuatan Barat dan negara-negara Teluk. Meski demikian, sebagian kecil kapal dilaporkan berhasil melintas, termasuk sebuah kapal kontainer yang menandakan kepemilikan Prancis—transit pertama yang diketahui terkait Eropa Barat sejak perang dimulai.(gn)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai