Konflik Melebar: Teheran Dibombardir, Balasan Iran Menyebar
Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran dan Lebanon pada Selasa, sementara Teheran merespons dengan serangan balasan di sejumlah titik di kawasan. Eskalasi terbaru ini menandai meluasnya konflik Timur Tengah, dengan intensitas serangan yang kian meningkat dan risiko meluas ke negara-negara penyangga di Teluk.
Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan Washington—yang terlibat dalam kampanye bersama dengan Israel melawan Iran—dapat melanjutkan operasi militer dalam durasi yang lebih panjang. Dalam penampilan publik pertamanya sejak serangan awal pada akhir pekan, Trump menyebut AS memiliki “pasokan yang hampir tak terbatas” untuk beberapa jenis persenjataan. Sebelumnya, ia juga menyatakan keterlibatan AS dapat berlangsung selama empat hingga lima minggu ke depan.
Di pihak Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa gelombang serangan terbaru tidak akan berlangsung bertahun-tahun. “Ini bukan perang tanpa akhir,” kata Netanyahu dalam wawancara media pada Senin. Militer Israel menyatakan telah menyerang target di Teheran, serta pusat komando dan fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah yang didukung Iran di Beirut.
Sementara itu, Iran melanjutkan responsnya di berbagai lokasi. Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat serangan udara; Riyadh menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab dan memperingatkan risiko meningkatnya kekerasan. Di waktu yang sama, unit komputasi awan Amazon menyebut dua fasilitasnya di UEA dan Bahrain terkena serangan drone dan mengalami kerusakan signifikan.
Dampak konflik mulai merembet ke aktivitas penerbangan dan sentimen pasar. Bandara internasional Dubai dilaporkan ikut terdampak serangan, mendorong dua maskapai terbesar UEA—Emirates dan Etihad—memperpanjang penangguhan penerbangan dari Dubai dan Abu Dhabi, meski sebagian penerbangan repatriasi dan kargo masih diizinkan. Saham maskapai dan hotel cenderung tertekan, seiring meningkatnya risiko operasional dan kekhawatiran gangguan perjalanan regional.
Menambah ketegangan, Kedutaan Besar AS di Riyadh memperingatkan potensi serangan pesawat tak berawak atau roket dalam waktu dekat di Dhahran—wilayah yang dikenal sebagai lokasi kantor pusat raksasa minyak milik negara, Saudi Aramco—mencerminkan meningkatnya kewaspadaan terhadap risiko keamanan di pusat-pusat energi strategis kawasan.(alg)
Sumber: Newsmaker.id