• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

1 February 2026 11:26  |

Pemerintah AS Tutup Sebagian Akibat Sengketa Anggaran Keamanan Dalam Negeri

Pemerintah Amerika Serikat mengalami shutdown parsial setelah pendanaan untuk sejumlah departemen federal kedaluwarsa pada Sabtu waktu setempat, menyusul kebuntuan di Kongres terkait anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Shutdown ini dipicu penolakan Senator Demokrat untuk menyetujui RUU pendanaan DHS, menyusul tewasnya dua warga AS di Minneapolis dan Minnesota yang melibatkan agen federal dalam operasi deportasi massal yang diperintahkan Presiden Donald Trump. Demokrat menuntut pembatasan baru terhadap kewenangan agen federal, termasuk larangan penggunaan masker, kewajiban kamera tubuh, kode etik ketat, investigasi independen atas pelanggaran, serta larangan patroli keliling yang menargetkan imigran ilegal.

Kebuntuan tersebut menggagalkan upaya Partai Republik untuk meloloskan paket pendanaan besar bagi sejumlah departemen lain, yang seharusnya disetujui sebelum batas waktu pendanaan berakhir pada Jumat malam.

Pada Jumat, Senat telah meloloskan lima RUU pendanaan hingga September 2026, serta pendanaan sementara DHS selama dua minggu. Namun, paket tersebut masih menunggu persetujuan DPR, yang baru dijadwalkan bersidang pada Senin.

Dampak shutdown diperkirakan belum terasa signifikan hingga awal pekan depan. Selain DHS, pendanaan penuh juga belum disahkan untuk departemen pertahanan, pendidikan, tenaga kerja, kesehatan, transportasi, serta perumahan dan pembangunan perkotaan. Presiden Trump menyatakan siap menandatangani paket anggaran tersebut jika telah disetujui DPR.

Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB), Russell Vought, telah menginstruksikan lembaga terkait untuk menjalankan prosedur shutdown secara tertib, seraya berharap penutupan ini berlangsung singkat.

Meski demikian, operasi deportasi ICE dipastikan tetap berjalan, karena lembaga tersebut masih memiliki cadangan dana dari undang-undang anggaran besar yang disahkan tahun lalu, serta kewenangan pemerintah untuk mewajibkan pegawai tetap bekerja selama shutdown.

Shutdown kali ini terjadi hanya beberapa bulan setelah penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah AS, yang berlangsung 43 hari pada akhir 2025 akibat sengketa terkait subsidi asuransi kesehatan.(mrv)

 

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai