• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

31 December 2025 09:19  |

Meksiko Kunci Impor China: Tarif Baru Naik sampai 35%

Meksiko akan menaikkan tarif impor besar-besaran mulai Kamis, terutama untuk barang dari negara-negara Asia. Kebijakan ini dinilai akan membuat Meksiko semakin sejalan dengan AS dalam membatasi derasnya produk China yang masuk ke pasar domestik.

Aturan yang disetujui Kongres pada awal Desember itu menaikkan tarif hingga 35% untuk negara-negara yang tidak memiliki perjanjian dagang bebas (FTA) dengan Meksiko, termasuk Tiongkok, India, Korea Selatan, Thailand, dan Indonesia. Namun, China diperkirakan menjadi pihak yang paling terdampak.

Kenaikan tarif ini berlaku untuk ribuan jenis produk, mulai dari mobil dan suku cadang, tekstil dan pakaian, plastik, hingga baja. Artinya, biaya masuk barang-barang tersebut ke Meksiko akan lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

Kebijakan ini memicu penolakan keras dari Tiongkok dan juga persetujuan dari beberapa industri dalam negeri Meksiko yang mengkhawatirkan biaya produksi naik karena bahan baku/komponen impor menjadi lebih mahal.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dan pemerintahnya menegaskan tarif ini bertujuan memperkuat produksi dalam negeri serta mengatasi ke seluruh perdagangan, dan mereka menyebut kebijakan ini tidak menargetkan negara tertentu.

Kementerian Ekonomi Meksiko menyatakan langkah ini untuk melindungi sekitar 350.000 lapangan kerja di sektor sensitif seperti alas kaki, tekstil, pakaian, baja, dan otomotif. Pemerintah juga merencanakan kebijakan ini menambah pendapatan negara sekitar US$3,76 miliar tahun depan, di tengah upaya menekan defisit fiskal. Namun sejumlah analis menilai, tarif yang paling menekan barang Tiongkok ini juga berfungsi untuk meredakan tekanan politik AS menjelang peninjauan ulang USMCA.

Poin pentingnya :

- Tarif baru Meksiko mulai berlaku Kamis, sebagian besar naik hingga 35%.

- Menyasar negara-negara tanpa FTA, termasuk China, India, Korsel, Thailand, Indonesia—dampak terbesar yang diprediksi ke China.

- Berlaku untuk ribuan produk: otomotif, tekstil/pakaian, plastik, baja, dll.

- Ada oposisi dari China dan kekhawatiran industri lokal soal biaya naik.

- Pemerintah mengklaim melindungi ±350.000 pekerjaan dan mendukung reindustrialisasi.

- Diproyeksikan menambah pendapatan US$3,76 miliar; analis menilai juga terkait dinamika USMCA & tekanan AS.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com NM23 Ai