Zelensky Temui Utusan Trump, Cari Jalan Akhiri Perang Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pada hari Kamis (24/12) bahwa ia berbicara dengan utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, selama sekitar satu jam tentang cara mengakhiri perang dengan Rusia.
"Itu adalah percakapan yang sangat baik: banyak detail, ide-ide bagus, yang kami diskusikan. Ada beberapa ide baru tentang bagaimana mempercepat perdamaian yang sebenarnya, dan itu menyangkut format, pertemuan, dan, tentu saja, jangka waktu," kata Zelenskiy di aplikasi Telegram.
Trump telah mendorong kesepakatan untuk mengakhiri perang yang hampir berlangsung selama empat tahun, dan dalam beberapa minggu terakhir upaya perdamaian yang dipimpin oleh Witkoff dan Kushner perlahan-lahan bergerak maju.
Awal pekan ini, Zelenskiy mempresentasikan rancangan rencana perdamaian 20 poin yang ia gambarkan sebagai kerangka kerja utama untuk mengakhiri perang.
Draf tersebut merupakan versi yang lebih ringkas dari rencana asli 28 poin yang sebelumnya dibahas AS dengan pihak Rusia, yang secara luas dianggap terutama menguntungkan Moskow karena menuntut Kyiv menyerahkan wilayah dan membatasi militernya.
Namun, pertanyaan teritorial utama tetap belum terselesaikan dalam draf 20 poin yang baru, kata Zelenskiy, menambahkan bahwa pertemuan dengan Trump diperlukan untuk menyelesaikan masalah yang paling sensitif.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada hari Kamis bahwa Moskow sedang menganalisis dokumen-dokumen tentang pengakhiran perang yang dibawa ke Moskow oleh utusan khusus Rusia Kirill Dmitriev dari Amerika Serikat.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Zelenskiy mengatakan bahwa negosiator utama Ukraina Rustem Umerov berencana untuk melakukan satu percakapan lagi dengan negosiator AS nanti pada hari itu.
"Kami benar-benar bekerja 24/7 untuk mempercepat berakhirnya perang brutal Rusia melawan Ukraina dan untuk memastikan bahwa semua dokumen dan langkah-langkah realistis, efektif, dan dapat diandalkan," katanya. (Arl)
Sumber: Reuters.com