• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

28 October 2025 09:04  |

Deal Trump Bikin ASEAN Untung atau Rugi?

Presiden AS Donald Trump datang ke Asia Tenggara dengan paket kesepakatan dagang yang disebut “bersejarah,” setelah mendarat di Kuala Lumpur dan mengumumkan deal dengan Malaysia dan Kamboja, plus kerangka awal untuk Thailand dan Vietnam. Intinya: negara-negara ini berjanji membeli barang AS bernilai miliaran dolar dan membuka akses lebih lebar untuk ekspor AS, mulai dari perlindungan industri pesawat, komponen teknologi, sampai komoditas strategis. Sebagai balasan, AS menjanjikan pengurangan hambatan dagang tertentu dan sebagian pelonggaran tarif.

Tapi kalau dilihat dari detailnya, kesepakatan ini nggak sepenuhnya seimbang. Negara-negara Asia Tenggara tidak berhasil menurunkan tarif dasar AS yang ada di kisaran 19%-20%, tarif yang awalnya dipasang Trump secara agresif pada awal tahun. Beberapa produk dari Malaysia dan Kamboja memang dikecualikan, tetapi kategorinya terbatas. Ekonom menyebut struktur ini “satu arah”: lebih banyak beban untuk produsen lokal Asia Tenggara, sementara AS mendapat akses pasar lebih bebas dan janji pembelian besar-besaran untuk industrinya sendiri.

Malaysia jadi studi kasusnya. Menurut perhitungan awal, potongan tarif AS untuk Malaysia hanya benar-benar berlaku penuh untuk sebagian kecil ekspor — kira-kira setara 0,2% dari PDB Malaysia — sementara mayoritas produk tetap kena tarif tinggi. Pasar saham Malaysia memang naik sekitar 0,3% pada hari Senin, tapi reli itu masih jauh lebih kecil dibanding reli besar di Jepang dan Korea Selatan, tanda bahwa investor sudah mengantisipasi isi kesepakatan ini.

Sebagai gantinya, Malaysia dan negara lain diminta memberi komitmen konkret: membeli pesawat buatan AS, perangkat pusat data, peralatan semikonduktor, dan teknologi industri bernilai puluhan hingga ratusan miliar dolar dalam beberapa tahun ke depan. Malaysia juga menjanjikan investasi puluhan miliar dolar di sektor teknologi AS. Pejabat perdagangan regional menyebut ini bukan cuma perdagangan biasa — ini hampir seperti “paket aliansi ekonomi,” karena negara-negara Asia Tenggara juga diminta menyelaraskan diri dengan standar regulasi AS dan membatasi kedekatan tertentu dengan Tiongkok, terutama soal mineral penting dan rantai pasok teknologi sensitif.

Taruhannya besar, karena ASEAN sekarang sudah menjadi pemasok barang yang lebih besar ke AS daripada Tiongkok, dengan Vietnam sebagai kontributor terbesar dari kawasan. Namun masih ada tanda tanya besar: bagaimana AS akan menilai barang “transshipment,” yaitu produk yang sebenarnya asalnya dari China tapi dialihkan lewat Asia Tenggara. Barang yang dianggap transshipment bisa kena tarif hukuman sampai 40%. Aturan detailnya belum jelas dan itu bikin pelaku industri waspada. Semua ini terjadi sementara Trump juga menekan China langsung — dia dijadwalkan bertemu Xi Jinping pekan ini — jadi arah hubungan AS–China–ASEAN ke depan akan ikut menentukan arah ekspor kawasan, terutama untuk negara manufaktur seperti Vietnam.(asd)

Source: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai