Trump Pamer Keberhasilan Perdamaian Gaza, Tantangan Lebih Berat Menanti
Presiden AS Donald Trump menikmati sorotan dunia setelah menandatangani perjanjian damai Gaza di Sharm El-Sheikh, Mesir. Kesepakatan yang disebut “3.000 tahun untuk tercapai” itu menandai akhir pertempuran antara Israel dan Hamas, sekaligus menjadi kemenangan komunikasi besar bagi Trump.
Dalam pidatonya yang bergaya kampanye, Trump mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin dunia yang hadir dan sempat melontarkan candaan tajam tentang para lawannya, termasuk mantan Presiden Joe Biden. “Kita sudah mencapai sesuatu yang luar biasa,” katanya, disambut tepuk tangan dari lebih dari 20 pemimpin negara dan organisasi internasional yang hadir.
Meski dinilai sebagai keberhasilan besar, banyak pihak mengingatkan bahwa tahapan berikutnya jauh lebih sulit. Trump harus memastikan implementasi rencana 20 poin perdamaian di Gaza, termasuk upaya pelucutan senjata Hamas, yang hingga kini masih belum jelas.
Trump juga bermaksud untuk memperluas perjanjian Abraham Accords, dan bahkan menyebut perdamaian dengan Iran akan “mudah dicapai” — pernyataan yang menuai skeptisisme.
Di balik euforia tersebut, Trump masih menghadapi tantangan besar lainnya. Akhir pekan ini, ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy di Gedung Putih, untuk membahas upaya mengakhiri perang Ukraina-Rusia.
“Perdamaian sejati bukan hanya deklarasi dan foto bersama,” kata Brian Katulis dari Middle East Institute. “Diperlukan tindakan nyata dan komitmen berkelanjutan.”(asd)
Sumber: Newsmaaker.id