• Mon, Jun 29, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

29 June 2026 12:48  |

AS-Iran Menuju Doha, Market Tahan Napas!

Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar pertemuan di Doha, Qatar, pada Selasa (30/06) untuk membahas ketegangan di sekitar Selat Hormuz. Pertemuan ini menjadi perhatian besar pasar global setelah kedua negara sepakat menghentikan serangan terbaru yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Selat Hormuz menjadi titik paling sensitif karena merupakan jalur penting bagi arus energi dunia.

Ketegangan kembali meningkat setelah serangan balasan antara AS dan Iran mengganggu aktivitas pelayaran di kawasan Teluk. Serangan terhadap kapal tanker yang terkait dengan Qatar ikut memperlambat arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali mempertanyakan apakah kesepakatan damai sementara kedua negara benar-benar kuat atau justru hanya jeda singkat sebelum konflik kembali membesar.

Pertemuan Doha dinilai penting karena akan menentukan arah baru hubungan AS-Iran, terutama terkait keamanan jalur pelayaran di Hormuz. Jika pembicaraan berjalan positif, risiko gangguan pasokan energi bisa mereda dan kepercayaan pasar terhadap stabilitas kawasan dapat pulih. Namun, jika pertemuan gagal menghasilkan kesepakatan yang jelas, pasar berpotensi kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke harga minyak.

Selain isu Hormuz, pembicaraan ini juga dibayangi oleh konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Ketegangan antara Israel dan Hezbollah di Lebanon masih menjadi ganjalan besar dalam upaya meredakan situasi kawasan. Iran sebelumnya menilai bahwa stabilitas regional tidak bisa hanya dibahas dari sisi Hormuz, tetapi juga harus mencakup konflik yang melibatkan sekutu-sekutunya di kawasan.

Dampaknya ke market, hasil pertemuan Doha bisa menjadi penentu arah gold dan oil dalam beberapa hari ke depan. Jika AS dan Iran berhasil menurunkan tensi, oil berpotensi melemah karena risiko pasokan berkurang, sementara gold bisa ikut tertekan karena permintaan safe haven menurun. Sebaliknya, jika pembicaraan gagal atau muncul ancaman baru, oil berpeluang kembali naik akibat risiko gangguan Selat Hormuz, sedangkan gold bisa bergerak volatil karena tarik-menarik antara permintaan aset aman, kekhawatiran inflasi energi, dan ekspektasi suku bunga The Fed.(Asd)*

Sumber: Newmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

China Konfirmasi Kunjungan Trump, Pasar Siaga!

Tiongkok mengumumkan rencana kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Tiongkok pada 13–15 Mei, dengan agenda pertemuan tingkat...

11 May 2026 08:12
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai