Ukraina-Rusia Menuju Deal? Premis Risiko Mulai Luntur
Sinyal menuju potensi kesepakatan damai Ukraina–Rusia kembali menguat pada Jumat (10/4) setelah Bloomberg melaporkan pejabat senior di lingkar Presiden Volodymyr Zelenskyy menilai negosiasi bergerak ke arah penyelesaian dan “tidak akan lama” tercapai.
Dalam laporan Bloomberg itu, Kyrylo Budanov—figur kunci dalam tim negosiasi Ukraina—mengatakan kedua pihak memahami perang perlu diakhiri dan menilai Rusia juga ingin menghentikan konflik. Komentar tersebut memicu respons pasar, termasuk rotasi sektoral di Eropa: saham pertahanan tertekan sementara sektor konstruksi menguat seiring investor menimbang peluang de-eskalasi.
Dari Moskow, Kremlin menyatakan perdamaian “bisa terjadi hari ini” jika Zelenskyy mengambil keputusan yang diperlukan, sembari menegaskan Rusia menginginkan “perdamaian yang langgeng” alih-alih sekadar gencatan senjata. Pernyataan itu menegaskan ruang diplomasi tetap terbuka, tetapi juga memperlihatkan perbedaan kerangka: Rusia menekankan settlement komprehensif, sementara wacana gencatan senjata masih menjadi titik tarik-menarik.
Bagi pasar, narasi “mendekati damai” berpotensi menekan premi risiko geopolitik dan mengubah preferensi aset—dari defensif ke siklikal—namun sensitivitas headline tetap tinggi karena rincian syarat, jadwal, dan bentuk kesepakatan belum jelas. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id