• Thu, Apr 9, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

9 April 2026 16:32  |

Hormuz Tetap Memanas, Perundingan Iran-AS Berlanjut

Iran bersiap memulai perundingan berisiko tinggi dengan Amerika Serikat di Islamabad, di tengah gencatan senjata dua pekan yang rapuh dan masih dibayangi ketegangan Selat Hormuz serta pertempuran berlanjut di Lebanon. Jeda yang dimediasi Pakistan membuka jendela diplomatik yang semakin sempit, namun syarat utama kedua pihak belum terselesaikan dan cakupan “truce” terus diperdebatkan.

Delegasi Iran dijadwalkan tiba di Islamabad Kamis (9/4) malam. Perundingan ini disebut menjadi pembicaraan langsung pertama sejak konflik pecah akhir Februari. Dari pihak AS, Gedung Putih menyatakan Wakil Presiden JD Vance akan memimpin tim negosiasi, didampingi penasihat senior Jared Kushner dan Steve Witkoff, dengan putaran formal pertama diproyeksikan mulai Sabtu pagi. Pakistan juga mengecam serangan Israel terbaru di Lebanon, menilai hal itu mengancam stabilitas kawasan; sejumlah negara Eropa turut menyuarakan keberatan.

Di lapangan, Hormuz tetap menjadi titik tekan utama. Iran menyatakan pelayaran hanya akan kembali normal di bawah syarat ketat dan menuntut penghentian apa yang disebut “agresi” AS serta penghentian operasi Israel di Lebanon. Angkatan laut Iran meminta kapal komersial berkoordinasi dengan IRGC dan mengikuti rute tertentu, sementara data pelayaran menunjukkan hanya sedikit kapal dengan pelacakan aktif yang melintas pada hari pertama ceasefire, jauh di bawah level normal; sebagian arus disebut berasal dari “dark fleet”. Ketidakpastian ini membuat pasar menilai pemulihan suplai bisa lebih lambat dari harapan awal, meski ceasefire sempat memicu optimisme risk-on.

Lebanon menjadi variabel pengganggu terbesar. Israel menegaskan operasi terhadap Hizbullah tidak termasuk dalam kesepakatan, bertentangan dengan ekspektasi sebagian mediator bahwa kekerasan regional akan mereda. Otoritas Lebanon melaporkan korban besar dalam satu hari, memperlemah kredibilitas gencatan senjata dan memberi alasan bagi Iran mengaitkan posisi Hormuz dengan dinamika Lebanon. Di AS, Trump mengatakan pasukan akan tetap dikerahkan di sekitar Iran sampai ada “real agreement” dan kembali menekankan tuntutan “Hormuz terbuka dan aman” serta “tanpa senjata nuklir”, sambil mengancam eskalasi jika kesepakatan gagal.

Bagi pasar, fokus berikutnya adalah hasil pembicaraan Islamabad, kejelasan mekanisme pembukaan Hormuz, serta apakah konflik Lebanon dapat diredam cukup jauh untuk menjaga ceasefire tetap hidup. Variabel kunci yang dipantau: arus kapal riil di Hormuz, indikasi perubahan aturan/biaya lintas, intensitas serangan Israel-Hizbullah, dan sinyal konsesi nuklir dari Teheran yang menjadi inti tuntutan Washington. (Arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai