• Tue, Apr 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

7 April 2026 00:41  |

Iran Tolak Gencatan Senjata, Tenggat Ultimatum Trump soal Hormuz Kian Dekat

Iran mengatakan pada Senin (6/3) bahwa pihaknya menginginkan akhir perang yang bersifat permanen dengan Amerika Serikat dan Israel, sekaligus menolak tekanan untuk segera membuka kembali Selat Hormuz di bawah skema gencatan senjata sementara. Pernyataan itu muncul saat Washington dan Teheran menimbang sebuah kerangka rencana untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lima pekan.

Kantor berita resmi IRNA melaporkan Iran menyampaikan responsnya atas proposal AS melalui Pakistan. Teheran menolak gencatan senjata dan menekankan perlunya perang diakhiri secara permanen. Menurut IRNA, respons Iran terdiri dari 10 klausul, termasuk penghentian konflik di kawasan, protokol jalur aman melintasi Selat Hormuz, pencabutan sanksi, hingga agenda rekonstruksi.

Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan “mencurahkan neraka” ke Teheran jika tidak ada kesepakatan hingga pukul 20.00 EDT Selasa (00.00 GMT) untuk membuka jalur energi global tersebut, menolak proposal Iran pada Senin dan menegaskan tenggat waktunya bersifat final. “Mereka membuat proposal, dan itu proposal yang signifikan. Itu langkah yang signifikan. Tapi belum cukup baik,” kata Trump kepada wartawan dalam acara Paskah tahunan di Gedung Putih.

Iran menutup Hormuz secara efektif sejak Februari sebagai respons atas serangan AS dan Israel. Selat itu menjadi jalur sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam dunia, sehingga pengetatan arusnya menjadi sumber tekanan besar bagi ekonomi global sekaligus kartu tawar utama Iran. Laporan tersebut menyebut Teheran menunjukkan keengganan untuk melepaskan leverage itu dengan mudah.

Sumber yang mengetahui proposal mengatakan kerangka yang dimediasi Pakistan mengusulkan gencatan senjata segera, dilanjutkan perundingan menuju kesepakatan damai yang lebih luas dalam 15 hingga 20 hari. Sumber itu menyebut Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir, melakukan kontak intens “sepanjang malam” dengan Wakil Presiden AS JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi.

Di sisi pasar, Reuters melaporkan Brent naik 0,5% ke US$109,60 per barel pada 15:45 GMT. Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan tuntutan Teheran tidak boleh dibaca sebagai kompromi, melainkan cerminan keyakinan Iran mempertahankan posisinya, serta menyebut tuntutan AS sebelumnya seperti rencana 15 poin sebagai “berlebihan.” Pejabat Gedung Putih mengatakan Trump akan membahas proposal gencatan senjata dalam konferensi pers pukul 13.00 ET, namun menekankan itu “salah satu dari banyak ide” dan Trump belum menyetujuinya, seraya menyebut operasi militer AS terhadap Iran masih berlanjut.

Di lapangan, serangan udara baru dilaporkan terjadi di berbagai titik pada Senin, lebih dari lima pekan sejak AS dan Israel memulai serangan ke Iran yang disebut telah menewaskan ribuan orang dan menekan perekonomian lewat lonjakan harga minyak. Media pemerintah Iran melaporkan kepala intelijen Garda Revolusi, Majid Khademi, meninggal dan Israel mengklaim bertanggung jawab. Fars News Agency juga melaporkan serangan AS-Israel menghantam pusat data di Sharif University of Technology, Teheran, yang merusak infrastruktur yang menopang platform kecerdasan buatan nasional Iran dan ribuan layanan lain.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai