• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 November 2025 13:08  |

Misi Besar MBS ke Washington: Apa yang Akan Diungkap?

Kunjungan Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), ke Gedung Putih pada Selasa menjadi sorotan besar karena membawa agenda strategis: mulai dari kerja sama pemeliharaan, teknologi kecerdasan buatan, hingga potensi nuklir nuklir sipil. Ini adalah kunjungan pertamanya ke Amerika Serikat sejak kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada tahun 2018 yang menimbulkan kecaman global. Setelah tujuh tahun ketegangan diplomatik, baik Washington maupun Riyadh tampaknya ingin melangkah maju dan memperkuat hubungan.

Bagi Presiden Donald Trump, kunjungan ini dipandang sebagai peluang besar untuk menjanjikan janji investasi Saudi sebesar $600 miliar yang diumumkan saat kunjungannya ke Riyadh beberapa waktu lalu. Trump diperkirakan tidak akan menyinggung isu HAM, seperti yang ia lakukan pada kunjungan sebelumnya. Sementara itu, bagi MBS, prioritas utamanya adalah memperoleh jaminan keamanan dari AS, akses teknologi AI, serta invasi menuju perjanjian nuklir sipil yang telah lama dinegosiasikan.

Namun jalan menuju kesepakatan tidak mulus. Washington ingin bekerja sama dengan pertahanan jangka panjang dengan syarat Arab Saudi menormalkan hubungan dengan Israel. Sebaliknya, Riyadh menginginkan normalisasi itu dengan komitmen Israel terhadap negara Palestina, sesuatu yang kembali ditolak Perdana Menteri Netanyahu. Sejumlah analis menduga komprominya mungkin adalah perintah eksekutif Trump yang menyerupai pakta pertahanan AS–Qatar—lebih lemah dari perjanjian formal yang diinginkan Riyadh, namun tetap menjadi langkah penting.

Di tengah persaingan kawasan yang terus memanas, Saudi juga mengejar proyek besar di bidang energi nuklir dan kecerdasan buatan. Akses ke chip komputer canggih sangat krusial agar Saudi bisa bersaing dengan Uni Emirat Arab, yang lebih dulu menandatangani kesepakatan teknologi miliaran dolar dengan AS. MBS ingin Saudi menjadi pusat AI global dalam kerangka Visi 2030, sekaligus mengurangi ketergantungan pada minyak.

Meski negosiasi nuklir mengalami hambatan karena perbedaan pendapat soal hak memperkaya uranium, beberapa diplomat menyebutkan kemajuan kemungkinan diumumkan pada kunjungan kali ini—entah itu dalam bentuk perjanjian awal, atau setidaknya menyatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk mempercepat pembicaraan. Pertanyaannya kini: seberapa jauh kedua negara berani melangkah, dan apakah kunjungan MBS kali ini akan membuka babak baru kerja sama AS–Saudi yang selama ini selalu ditandai dengan tarik-ulur kepentingan?(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL

Iran Balas Serangan AS, Tapi Pilih Jalur Diplomasi?

Iran meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin pagi sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serik...

24 June 2025 07:49
GLOBAL

OPEC+ Meningkatkan Produksi, Namun Tanda Tanya Besar Masih A...

OPEC+ secara resmi menyelesaikan pemangkasan produksi minyak selama dua tahun dengan menyetujui peningkatan produksi final se...

4 August 2025 08:36
GLOBAL

Ancaman BRICS Belum Berakhir!

Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan mengenakan tarif 10% atas impor dari negara-negara anggota BRICS. Dalam komen...

21 July 2025 08:13
BIAS23.com NM23 Ai