Tok! Hasil Laporan OPEC Pasar Panik
Harga minyak jatuh setelah laporan terbaru dari OPEC yang memperkirakan bahwa pasokan minyak global akan seimbang dengan permintaan pada tahun 2026. Proyeksi ini mengubah pandangan sebelumnya yang memperkirakan adanya defisit pasokan, yang biasanya mendorong harga naik. Setelah pengumuman ini, harga Brent turun lebih dari 3%, sementara WTI jatuh sekitar 4%.
Kenaikan pasokan, termasuk dari negara-negara anggota OPEC+ dan produsen non-OPEC, membuat pasar cemas bahwa pasokan berlebih akan membebani harga minyak. Dengan proyeksi surplus ini, sentimen pasar menjadi lebih pesimis, dan harapan untuk kenaikan harga besar mulai memudar. Hal ini menyebabkan harga Brent merosot ke sekitar $62,70 per barel, sedangkan WTI terjun ke $58,50 per barel.
Meski ada kenaikan permintaan yang diperkirakan, pasar kini lebih fokus pada seberapa besar dampak peningkatan produksi dan potensi kekuatan dolar AS yang bisa menekan permintaan. Kekuatan dolar AS membuat harga minyak lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, menambah tekanan pada permintaan global.
Kedepannya, jika proyeksi pasokan tetap seimbang, harga minyak diperkirakan akan bergerak lebih lambat dan mungkin tetap tertekan. Investor akan fokus pada data ekonomi mendatang untuk mengukur dampak permintaan, yang bisa memberikan sinyal bagi harga minyak untuk rebound. Namun, pengaruh pasokan berlebih dan ketidakpastian ekonomi global tetap akan menjadi faktor utama yang mengarah pada volatilitas harga minyak.(asd)
Sumber: Newsmaker.id