Sektor Manufaktur AS Tetap Ekspansif, Harga Input Turun Tajam
Aktivitas manufaktur Amerika Serikat kembali mencatat ekspansi selama enam bulan berturut-turut pada Juni. Kondisi ini terjadi seiring meredanya lonjakan biaya input yang sebelumnya dipicu oleh perang dan tekanan harga energi.
Institute for Supply Management atau ISM melaporkan indeks manufaktur turun 0,7 poin menjadi 53,3. Meski melemah tipis, angka tersebut masih berada dekat level tertinggi dalam empat tahun. Angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.
Tekanan harga bahan baku juga mulai melandai. Indeks harga yang dibayar untuk bahan mentah turun 9,1 poin menjadi 73, mencatat penurunan bulanan terbesar sejak Juli 2022. Penurunan ini terjadi setelah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran membuat harga minyak turun tajam.
Pertumbuhan pesanan baru memang melambat, tetapi masih cukup solid. Sementara itu, indeks produksi ISM turun ke level terendah dalam enam bulan. Meski demikian, investasi modal yang kuat, termasuk belanja terkait kecerdasan buatan atau AI, serta pengeluaran sektor pertahanan masih menopang aktivitas manufaktur.
Namun, ekspansi manufaktur belum sepenuhnya terlihat di pasar tenaga kerja. Indeks ketenagakerjaan ISM naik ke 49,7, level tertinggi sejak Januari 2025, tetapi masih berada di bawah 50 yang menandakan jumlah tenaga kerja di sektor ini tetap menyusut.
Di sisi lain, backlog pesanan tumbuh pada laju paling lambat sepanjang tahun ini, sementara pengiriman pemasok masih menunjukkan waktu tunggu yang lebih panjang. Gangguan rantai pasok dan kekhawatiran terhadap kenaikan harga lanjutan juga mendorong sejumlah pabrik menambah persediaan bahan baku, sehingga indeks inventaris ISM naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun.(yds)
Sumber: Newsmaker.id