• Wed, Jun 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 June 2026 16:23  |

Inflasi Inti Zona Euro Naik, ECB Makin Waspada

Tekanan inflasi dasar di zona euro tercatat lebih kuat dari perkiraan awal pada Mei, memperkuat kekhawatiran European Central Bank bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya mereda meski ada perkembangan menuju kesepakatan damai di Timur Tengah.

Eurostat melaporkan inflasi inti pada Rabu (17/6), yang mengecualikan komponen energi dan makanan, naik menjadi 2,6% dari 2,2% pada bulan sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi awal sebesar 2,5%, sementara inflasi utama dikonfirmasi berada di 3,2%.

Revisi ini penting karena menunjukkan tekanan harga yang lebih dalam masih bertahan di luar komponen energi dan pangan. Dalam konteks kebijakan moneter, inflasi inti menjadi indikator utama bagi ECB untuk menilai apakah tekanan harga mulai menyebar ke sektor yang lebih luas atau tetap terkendali.

Pejabat ECB sebelumnya telah menekankan bahwa dampak perang Iran terhadap inflasi tidak akan cepat hilang meski proses perdamaian mulai berjalan. Gangguan energi dan kenaikan biaya akibat konflik dapat membutuhkan waktu sebelum sepenuhnya hilang dari rantai harga, terutama jika perusahaan masih meneruskan sebagian tekanan biaya kepada konsumen.

Anggota Executive Board ECB Isabel Schnabel pada akhir Mei juga menyoroti bahwa melihat inflasi utama saja dapat menyesatkan setelah terjadi guncangan harga energi. Pernyataan tersebut sejalan dengan fokus bank sentral pada ukuran inflasi dasar untuk membaca tren harga yang lebih persisten.

Bagi pasar, data ini dapat membatasi ruang ECB untuk memberi sinyal kebijakan yang lebih longgar dalam waktu dekat. Inflasi inti yang lebih tinggi dari estimasi awal memperkuat alasan bagi pembuat kebijakan untuk tetap berhati-hati, terutama jika tekanan harga akibat konflik Timur Tengah belum sepenuhnya terserap.

Fokus berikutnya tertuju pada data inflasi lanjutan, dinamika harga energi setelah perkembangan damai di Timur Tengah, serta komunikasi ECB mengenai risiko inflasi inti. Selama tekanan harga dasar masih bertahan, pasar cenderung menilai arah kebijakan ECB tetap bergantung pada data dan belum sepenuhnya bebas dari risiko pengetatan.(arl)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
ECONOMY

Tingkat Pengangguran Australia Naik Menjadi 4,1%

Tingkat Pengangguran Australia naik menjadi 4,1% pada bulan Januari dari 4,0% pada bulan Desember, menurut data resmi yang di...

20 February 2025 07:46
GLOBAL

Mahkamah Agung Brasil Tanggapi Keras Ancaman Tarif Trump Ter...

Mahkamah Agung Brasil merespons keras ancaman tarif yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait penyelidikan hukum...

21 July 2025 08:22
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai