Ekonomi Inggris Menguat, Sinyal Perlambatan 2026 Tetap Ada
Ekonomi Inggris mencatat pertumbuhan pada Februari dan melampaui ekspektasi pasar, menurut data Office for National Statistics (ONS) yang dirilis Kamis (16/4). Kinerja ini mengikuti pertumbuhan Januari yang juga direvisi naik, memperkuat sinyal bahwa aktivitas awal tahun masih bertahan.
Penguatan bersifat cukup merata. Aktivitas jasa naik 0,5% (m/m), produksi industri naik 0,5% (m/m), dan output konstruksi melonjak 1,0% (m/m) meski cuaca Februari lebih basah dari biasanya. Sejumlah sektor intensif energi mencatat kenaikan tajam, termasuk pertambangan dan penggalian +3,9%, sementara perdagangan grosir-ritel +0,7%, transportasi-pergudangan +0,4%, dan seni-hiburan-rekreasi +2,0%. Sebaliknya, akomodasi dan makanan turun 0,3%, serta manufaktur turun 0,1%.
Capital Economics menilai hasil Februari ini berpotensi mendorong pertumbuhan PDB kuartal I ke sekitar 0,6% (q/q), naik dari perkiraan sebelumnya 0,3%. Namun mereka tetap memperkirakan pertumbuhan Inggris melambat pada 2026 menjadi sekitar 0,7% dari 1,4% pada 2025, seiring dampak kenaikan harga energi terkait perang Iran. Sinyal PMI Maret juga mengindikasikan perlambatan aktivitas mulai terjadi, dengan skenario buruk yang bisa menekan pertumbuhan 2026 ke 0,3%, dibanding proyeksi pra-perang 1,0%. (Arl)
Sumber: Newsmaker.id