Tokyo Catatkan Inflasi Terendah Dalam Dua Tahun
Inflasi di Tokyo melambat ke tingkat terendahnya dalam hampir dua tahun, dengan kenaikan harga makanan yang terus melambat.
Harga konsumen, tidak termasuk makanan segar, naik 1,7% pada bulan Maret dibandingkan dengan tahun sebelumnya, mencatatkan kenaikan terkecil sejak April 2024, menurut laporan dari Kementerian Dalam Negeri yang dirilis pada hari Selasa (31/3). Para ekonom sebelumnya memperkirakan laju inflasi akan tetap pada 1,8%.
Kenaikan yang lebih lambat sebagian mencerminkan melambatnya kenaikan harga makanan olahan, yang turun menjadi 4,9% dari 5,5% pada bulan sebelumnya.
Indikator inflasi keseluruhan melambat menjadi 1,4% dari 1,5% yang direvisi pada bulan Februari, sementara ukuran inflasi yang lebih dalam, yang mengesampingkan energi, melambat menjadi 2,3% dibandingkan dengan 2,5% pada bulan sebelumnya. Data Tokyo ini berfungsi sebagai indikator awal untuk tren inflasi nasional.
Bank of Japan (BOJ) telah memperingatkan tentang pelambatan sementara dalam inflasi setelah pertumbuhan harga tetap berada di atas target 2% selama empat tahun hingga 2025. Dengan konflik di Timur Tengah yang terus mendorong harga minyak tetap tinggi, otoritas terkait memantau dampaknya terhadap harga di seluruh ekonomi. Salah satu anggota dewan BOJ mengatakan dalam sebuah pertemuan awal bulan ini bahwa kenaikan suku bunga, termasuk skalanya, perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan perkembangan di Timur Tengah. Dewan BOJ akan menetapkan kebijakan selanjutnya pada tanggal 28 April. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id