Penjualan Rumah Tertunda AS Anjlok pada Desember
Kontrak untuk membeli rumah bekas di Amerika Serikat secara tak terduga turun pada Desember, menyentuh level terendah dalam lima bulan. Penurunan ini kemungkinan terjadi karena kekhawatiran terhadap pasar tenaga kerja dan kelangkaan rumah kelas pemula (entry-level) terus menekan minat beli, meskipun suku bunga KPR (mortgage) menurun.
Indeks penjualan rumah tertunda (pending home sales) anjlok 9,3% bulan lalu menjadi 71,8, level terendah sejak Juli, kata National Association of Realtors (NAR) pada Rabu. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan kontrak—yang biasanya berubah menjadi penjualan dalam satu atau dua bulan—akan naik 0,4%. Kontrak turun di keempat wilayah.
Secara tahunan, penjualan rumah tertunda turun 3,0% dibandingkan setahun sebelumnya.
“Setelah beberapa bulan muncul tanda-tanda yang cukup menggembirakan pada kontrak tertunda dan penjualan yang sudah terjadi, angka kontrak baru pada Desember ini telah menurunkan prospek jangka pendek,” kata Lawrence Yun, kepala ekonom NAR.
Yun mencatat bahwa persediaan rumah pada Desember sangat rendah, dengan sekitar 1,18 juta rumah bekas yang tersedia di pasar—yang menurutnya setara dengan “tingkat persediaan terendah sepanjang 2025.”
“Para konsumen lebih suka melihat persediaan yang melimpah sebelum mengambil keputusan besar membeli rumah,” ujar Yun. “Jadi, turunnya penjualan rumah tertunda bisa jadi akibat melemahnya antusiasme konsumen untuk membeli rumah ketika pilihan yang dijual sangat sedikit.”
Meski terdapat kelebihan pasokan rumah baru di pasar, persediaan rumah bekas tetap rendah karena sebagian besar pemilik rumah memiliki suku bunga KPR jauh di bawah 5%, sehingga insentif untuk menjual properti mereka menjadi kecil. Perlambatan pertumbuhan harga rumah juga membuat sebagian calon penjual menahan diri.
Presiden Donald Trump pada Selasa menandatangani perintah eksekutif yang membatasi investor institusional untuk membeli rumah tinggal satu keluarga (single-family homes). Pemerintahan Trump juga membeli surat berharga berbasis KPR (mortgage-backed securities/MBS), yang membuat suku bunga KPR turun dalam beberapa pekan terakhir.
Namun, penurunan ini bisa tertahan oleh memanasnya kembali ketegangan dagang antara AS dan Eropa setelah Trump mengancam tarif terhadap negara-negara yang menentang upayanya untuk mengakuisisi Greenland. Ketegangan itu membantu mendorong naik imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun, yang biasanya menjadi acuan pergerakan suku bunga KPR.
Perlambatan tajam pertumbuhan lapangan kerja akibat ketidakpastian ekonomi juga ikut menghambat penjualan rumah.(yds)
Sumber: Reuters.com