Sentimen Dovish The Fed Buat Momentum Buy Perak Menguat
Harga perak kembali bergerak naik pada perdagangan Rabu (28/8) pagi ini, didorong oleh pelemahan dolar AS dan meningkatnya optimisme pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Sentimen dovish dari bank sentral AS membuat permintaan aset lindung nilai seperti perak semakin menguat.
Dalam simposium Jackson Hole, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan sikap lebih berhati-hati terkait kebijakan moneter, memperbesar peluang penurunan suku bunga. Pelemahan dolar akibat pernyataan tersebut mendukung penguatan harga perak.
Permintaan perak untuk industri, terutama sektor energi terbarukan seperti panel surya dan elektronik, terus meningkat. Di sisi lain, pasokan global masih terbatas, sehingga menciptakan dukungan harga yang kuat.
Beberapa lembaga keuangan besar memprediksi harga perak bisa menembus USD 38–40 dalam waktu dekat. Meski ada sikap hati-hati dari sebagian pelaku pasar, tren jangka menengah hingga panjang masih terlihat positif.
Secara teknikal, perak telah menembus moving average 50-hari, menandakan momentum bullish yang solid. Resistance utama berada di kisaran USD 38,74–39,53, sementara support kuat terlihat di USD 37,40–37,50.
Indikator RSI berada mendekati area overbought, namun mayoritas indikator teknikal menunjukkan sinyal Strong Buy, mendukung potensi penguatan lanjutan.
Dengan kombinasi pelemahan dolar AS, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar, dan permintaan industri yang stabil, prospek perak tetap bullish. Jika harga mampu menembus resistance kunci, target psikologis USD 40 berpotensi tercapai dalam beberapa pekan ke depan.
Pergerakan positif perak hari ini mencerminkan sentimen kuat terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Investor disarankan untuk memantau pergerakan di area resistance guna memanfaatkan potensi tren naik lebih lanjut.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id