Apakah Emas Bisa Bertahan di level Positif?
Harga emas hari ini masih bergerak dengan bias positif setelah berhasil menguat pada pekan lalu. Dorongan utama datang dari data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan. Kondisi ini membuat pasar mulai mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Saat berita ini ditulis harga Emas bergerak dikisaran US$4.162.
Namun, kenaikan emas belum sepenuhnya bebas hambatan. Pasar masih menunggu data PMI jasa Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk baru tentang kekuatan ekonomi AS. Jika PMI masih kuat, artinya aktivitas bisnis AS tetap solid. Hal ini bisa membuat The Fed tetap berhati-hati dan belum benar-benar melunak.
Dari sisi fundamental, emas masih mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS dan turunnya peluang kenaikan suku bunga. Harga minyak yang lebih rendah juga membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi. Jika tekanan inflasi terus turun, emas biasanya diuntungkan karena pasar akan menilai suku bunga tinggi tidak perlu dipertahankan terlalu lama.
Meski begitu, inflasi AS masih belum sepenuhnya kembali ke target The Fed. Karena itu, jika data PMI keluar lebih kuat dari perkiraan, pasar bisa kembali membaca bahwa ekonomi AS masih panas. Dampaknya, dolar AS dan yield obligasi berpotensi naik, sementara emas bisa terkoreksi karena investor kembali masuk ke aset berbasis bunga.
Secara teknikal, area US$4.200 menjadi resistance penting yang perlu ditembus emas. Jika harga mampu naik dan bertahan di atas US$4.200, peluang penguatan bisa berlanjut ke area US$4.220 hingga US$4.250. Jika momentum beli semakin kuat, target berikutnya bisa mengarah ke US$4.280 hingga US$4.300.
Sebaliknya, jika emas gagal menembus US$4.200 dan data PMI keluar kuat, harga berisiko turun kembali ke area US$4.160 hingga US$4.130. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di sekitar US$4.100. Untuk hari ini, bias emas masih cenderung positif selama bertahan di atas US$4.130, tetapi arah besar berikutnya akan sangat bergantung pada hasil PMI AS dan reaksi dolar.(asd)*
Sumber : Newsmaker.id